Alun-Alun Kota Bogor, Ruang Publik Bersejarah yang Kini Menjadi Simbol Kota Modern

Bogor, Daerah2073 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, BOGOR — Alun-Alun Kota Bogor yang terletak di jantung kota, tepat di depan Stasiun Bogor dan Masjid Agung, kini menjelma menjadi ruang publik yang modern dan inklusif. Setelah mengalami sejumlah transformasi sejak era kolonial, alun-alun ini kini menjadi titik temu masyarakat dari berbagai kalangan untuk berolahraga, bersantai, dan berinteraksi sosial.

Dengan luas sekitar 1,7 hektare, Alun-Alun Kota Bogor dilengkapi empat zona utama, yakni zona olahraga, plaza, botani, dan religi. Penataan ini menggabungkan fungsi sosial, ekologis, serta spiritual yang berpadu harmonis dengan lanskap perkotaan.

Revitalisasi alun-alun dimulai pada Mei 2021 dan resmi dibuka kembali untuk publik pada 17 Desember 2021. Pembangunan dilakukan dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 15 miliar.

Napak Tilas Ruang Kota

Jejak sejarah Alun-Alun Bogor dapat ditelusuri hingga abad ke-19. Pada masa Hindia Belanda, kawasan ini dikenal sebagai Taman Wilhelmina—taman bermain kalangan Eropa. Setelah kemerdekaan, area ini sempat menjadi terminal dan kemudian berkembang menjadi Taman Ade Irma Suryani Nasution, lebih dikenal dengan sebutan Taman Topi, yang menjadi ikon rekreasi masyarakat Bogor pada era 1980-an hingga awal 2000-an.

Kini, jejak-jejak historis itu hanya tinggal kenangan. Namun, alun-alun baru tetap memelihara semangat kota lama dengan tetap membuka akses pejalan kaki dari stasiun ke Masjid Agung, sekaligus menjadi titik awal eksplorasi kota tua Bogor.

Fasilitas dan Kegiatan

Zona olahraga dilengkapi jalur jogging dan alat fitness outdoor yang ramai digunakan sejak pagi hari. Zona plaza berfungsi sebagai ruang terbuka serbaguna untuk pentas seni, bazar, hingga acara komunitas.

Zona botani menampilkan hamparan tanaman hias dan pepohonan rindang yang memberikan keteduhan. Adapun zona religi didesain terhubung langsung dengan Masjid Agung, menjadikan kawasan ini juga sebagai tempat singgah ibadah.

Kawasan ini sempat ditutup pada pertengahan 2024 untuk perbaikan dan pemeliharaan fasilitas, termasuk perbaikan toilet, pengecatan ulang, dan penataan taman. Setelah rampung pada Oktober 2024, alun-alun kembali dibuka dengan sistem pengawasan kebersihan dan keamanan yang lebih baik, termasuk pemasangan CCTV dan penambahan papan informasi larangan merokok serta buang sampah sembarangan.

Simbol Ruang Inklusif

Dalam konteks tata ruang kota, alun-alun kerap menjadi pusat orientasi kehidupan warga. Menurut arsitek kota dan pengamat ruang publik dari Universitas Indonesia, alun-alun bukan hanya lapangan terbuka, melainkan simbol interaksi sosial yang melekat dalam kultur masyarakat Jawa Barat.

“Alun-alun adalah tempat semua orang setara. Tidak ada pembatas sosial di sana. Itulah yang membuatnya penting untuk dipertahankan dan terus dirawat,” ujar Denny Firmansyah, dosen perencana wilayah dan kota, dalam wawancara terpisah.

Kini, Alun-Alun Kota Bogor tak hanya menjadi ruang publik yang fungsional, tetapi juga ruang batin yang menyatukan warga dan pengunjung dalam denyut kota yang terus tumbuh.[}

Comment