by

Anna Ummu Maryam*: Tagihan Listrik Bengkak Masyarakat Teriak

-Opini-21 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pernyataan salah seorang pejabat PT PLN yang menyebut drama Korea ( Drakor) sebagai salah satu penyebab kenaikan tagihan listrik pelanggan rupanya memicu reaksi wakil rakyat di Senayan.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno pun menyampaikan kekecewaannya kepada Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini beserta jajarannya, saat rapat dengar pendapat pertengahan pekan ini.

Menurut dia, di tengah menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19, tidak seharusnya perusahaan pelat merah sebesar PLN menyampaikan pernyataan tersebut.

“Terkait komunikasi, Pak, masyarakat lagi susah, kaget dengan adanya lonjakan tagihan. Jadi tolong dari PLN jangan sampai ada kata-kata, kalimat, mengatakan bahwa masyarakat tentu bekerja dari rumah, banyak yang nonton drama Korea, enggak usah, Pak. Itu kan bahasa-bahasa yang non-sains, Pak,” tutur Eddy dalam rapat dengar pendapat, Rabu (Kompas.com, 17/6/2020).

Ombudsman Republik Indonesia menyatakan ada banyak laporan dan keluhan masyarakat soal lonjakan tagihan listrik. Bahkan lonjakan yang terjadi ada yang hingga ribuan persen.

Ketua Ombudsman Amzulian Rifai menyatakan bahwa laporan terkait kenaikan tagihan listrik yang melonjak tajam sangat banyak. Amzulian bahkan mengatakan ada yang naik lebih dari 1.000%.

“Ombudsman juga dapat laporan terkait kecenderungan kenaikan tagihan listrik yang kembali jadi pembicaraan di berbagai tempat. Mungkin ini karena informasi simpang siur soal kenaikan itu. Bahkan ada yang alami kenaikan lebih dari 1.000%,” ungkap Amzulian dalam konferensi virtual via YouTube, Kamis (Detik.com, 18/6/2020).

Era Pandemik Listrik Malah Naik

Dalam beberapa Minggu terakhir dunia Maya dan dunia nyata diserbu komentar masyarakat terkait naiknya tarif listrik yang sangat mencengangkan. Bahkan tak terkecuali dikalangan artis yang berduitpun juga kelimpungan dibuatnya.

TAGIHAN PLN MENGGILA! Ini dr PLN kagak ada konfirmasi-konfirmasi main sikat saja,” cuit Tompi di akun Twitternya, @dr_tompi.

Cuitan Tompi ini mendapatkan respon dari PLN. Akhirnya, ia mendapatkan kejelasan terkait tagihan listrik yang menimpanya.

“Untuk kasus saya kemarin: yang satu salah hitung. Satunya ternyata kena minimum bayar 2,1 juta per bulan meski tutup. Meski ada mekanisme kompensasi, namun selama ini tidak terinformasi dengan baik,” cuit dia.(13/6/2020).

Nikita Mirzani juga pernah mengungkapkan kekesalannya terkait tagihan listrik. Pada saat itu, listrik di rumahnya melonjak sebesar delapan kali lipat.

Tagihan di rumahnya mencapai Rp26 juta. Biasanya tagihan listrik di rumahnya kisaran Rp4 juta.(13/6).

Kalau orang yang berdiut aja protes nah apalagi masyarakat biasa yang penghasilannya tidak seberapa. Bisa kebayang dong bagaimana pusingnya kepala, apalagi ditengah pandemi yang peluang kerja makin sulit aja.

Benar, bahwa banyak orang dirumah aja tapi tidak semuanya pengguna listrik gila gilaan mengunakan listrik. Dan kalau dengan alasan karena sering nonton drama, terbatas juga yang paling hanya sedikit karena duit ada di kantong jadi bisa goyang kaki sambil nonton.Tapi jika dipikul ratakan itu tidaklah benar.

Memang aneh tapi nyata. Bagaimana tidak, masyarakat begitu merasa kenaikan tarif listrik namun pernyataan terbalik justru keluar dari Menteri ESDM Arifin Tasrif menegaskan pemerintah telah memutuskan tak menaikkan tarif listrik pada tahun ini. “Iya (tidak naik). Siapa yang bilang mau naik?” ujar Arifin di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (19/6).

Artinya bahwa kenaikan tarif listrik ini memang mengundang kecurigaan dark berbagai pihak. Sebenarnya jika kita telusuri lebih dalam bahwasanya sistem kapitalis lah akar permasalahannya.

Mengapa demikian?. Karena dalam sistem kapitalis sekular ini kebutuhan masyarakat yang harusnya dipenuhi dan diurus oleh negara dijadikan komersil. Sehingga wajar kita dapati bentuk pelayanan milik umum untuk masyarakat diperjual belikan.

Ibarat pembeli dan penjual yang tak mau tau alasan apapun yang penting dapat untung dari bisnis yang diperdagangkan. Sehingga memustahilkan masyarakat mendapatkannya secara murah apalagi gratis.

Dalam sistem ini pula segala sumber daya alam milik umum bisa di privatisasi dan dijadikan investasi. Dan yang bisa memiliki hal ini adalah para kapitalis Borjuis yang mengambil peluang ini dengan keuntungan yang menakjubkan.

Negara dalam sistem kapitalis ini hanyalah lambang dan regulator diantara para pengusaha saja bukan untuk kesehteraan masyarakat. Maka keuntungan dan kepentingan lah bermain diatas kebutuhan banyak orang.

Islam Mensejahterakan

Islam hadir sebagai solusi yang komplit terhadap permasalahan manusia dan mampu memberikan kesejahteraan yang nyata bukan rekayasa apalagi tipu daya.

Islam menjelaskan harta itu terbagi tiga yaitu harta pribadi, harta negara dan harta umum. Islam secara unik menganjurkan penghapusan sebagian kepemilikan pribadi yang berarti bahwa individu dicegah untuk memiliki harta milik tertentu, sementara harta milik lain dapat dimiliki tanpa batas jumlah mereka.

Jika sifat menguntungkan dari suatu harta tidak dapat dinikmati kecuali oleh individu saja, kecuali dengan menghapus pemilikan publik dari harta tersebut, maka adalah wajar untuk mencegah individu untuk memiliki harta itu secara individual, seperti energi, mineral, jalan umum, alun-alun kota, sungai, laut, dan sejenisnya.

Pembatasan ditentukan oleh sifat harta. Islam secara unik mengecualikan energi dan mineral dari privatisasi dengan menjadikannya sebagai harta milik umum, jadi dapat dinikmati rakyat banyak.

Selain itu, struktur perusahaan Islam secara alami membatasi skala kepemilikan pribadi perusahaan berskala besar yang padat modal, sehingga memungkinkan adanya sektor publik yang kuat dalam industri skala besar, telekomunikasi, konstruksi dan transportasi.

Dengan akses kepada pendapatan yang lebih besar dari hari ini, perbendaharaan Negara Islam yaitu Khilafah tidak akan menggunakan pinjaman berbasis bunga dan pajak regresif terhadap rakyat miskin dan yang membutuhkan, yang kedua-duanya dilarang dalam Islam.

Negara dalam sistem islam dipaksa untuk memberantas korupsi dan memperbaiki ketidakefisienan di perusahaan-perusahaan yang dikelola oleh Negara. Sehingga menutup segala celah korupsi dan tekanan dari pihak tertentu yang merusak keseimbangan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan penerapan Islam yang sempurna dalam kehidupan inilah pangkal dari keberhasilan pemberian pelayanan terbaik didunia. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh pada Khalifah setelah nabi dalam mengurusi urusan rakyat.

Maka hanya dalam sistem islam fasilitas umum bisa gratis dan terpenuhi secara optimal tanpa sepeserpun uang rakyat.[]

*Pegiat Literasi Aceh

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 4 =

Rekomendasi Berita