Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital sebagai Sarana Dakwah

Bogor, Daerah28 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, BOGOR — Generasi Z memiliki peluang besar menjadi pelopor dakwah di ruang digital. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, anak muda Muslim dituntut tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga mampu menghadirkan narasi kebaikan yang mencerahkan.

Pesan tersebut disampaikan Pemimpin Redaksi Ummat TV Networking, Anwar Aras, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Sekolah Dai Azura (SADAR) di Masjid Azura, Kemang, Kabupaten Bogor, Jumat (10/7/2026). Anwar yang juga merupakan pengurus Pusat Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) menyampaikan materi bertajuk Peran Media dalam Dakwah ke Gen Z.

Kegiatan itu diikuti sekitar 15 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, santri Sekolah Dai Azura (SADAR), hingga pelajar SMK Cibitung, Karawang.

Menurut Anwar, dakwah pada era digital tidak lagi terbatas pada mimbar masjid atau majelis taklim. Kehadiran media sosial telah membuka ruang yang sangat luas bagi generasi muda untuk menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat.

“Anak-anak muda hari ini adalah generasi yang sangat dekat dengan gadget. Karena itu, perangkat yang ada di tangan mereka harus menjadi wasilah untuk menyebarkan kebenaran, bukan sekadar sarana hiburan,” ujar Anwar.

Ia menilai ruang digital saat ini dipenuhi beragam informasi, mulai dari konten negatif, hoaks, hingga paham-paham yang menyimpang. Karena itu, diperlukan semakin banyak konten positif yang mampu menjadi penyeimbang di tengah derasnya arus informasi.

Anwar mendorong para peserta agar mulai berkarya sesuai kemampuan masing-masing. Menurutnya, dakwah digital tidak selalu harus diwujudkan melalui produksi konten yang rumit, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Minimal buatlah konten-konten positif sesuai kemampuan yang dimiliki. Kalau ruang digital dipenuhi pesan-pesan kebaikan, maka kita ikut mengambil bagian dalam menyebarkan dakwah,” katanya.

Selain mendorong lahirnya konten positif, Anwar juga menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda. Menurut dia, kemampuan menyaring informasi menjadi bekal penting agar tidak mudah terpengaruh maupun ikut menyebarkan konten yang menyesatkan.

“Setidaknya setelah mengikuti materi ini mereka tahu apa yang harus dilakukan ketika menemukan konten negatif. Minimal ada filter dalam dirinya sebelum menerima ataupun menyebarkan sebuah informasi,” ujarnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Daurah SADAR, Tirdmidzi, menjelaskan kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut merupakan pembekalan awal bagi peserta angkatan kedua sebelum memasuki proses pendidikan secara reguler.

Ia mengatakan para peserta akan menjalani pembinaan selama dua tahun dengan penekanan pada penguatan ruhiyah, pendalaman ilmu keislaman, serta pengembangan potensi diri sebagai calon dai.

“Kami berharap pembekalan ini menjadi fondasi awal bagi para peserta. Setelah menyelesaikan pendidikan nanti, mereka diharapkan kembali ke tengah keluarga dan masyarakat sebagai dai yang siap berdakwah serta memberikan manfaat sesuai potensi yang dimiliki,” kata Tirdmidzi.

Melalui program pembinaan tersebut, Sekolah Dai Azura berharap dapat melahirkan kader-kader dai yang tidak hanya memiliki bekal ilmu agama yang kuat, tetapi juga mampu memanfaatkan media digital secara bijak sebagai instrumen dakwah yang efektif di tengah perkembangan zaman.[]

Comment