APSKI Jadi Poros Strategis Ekosistem Kewirausahaan Nasional

Daerah, Yogyakarta2630 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, YOGYAKARTA — Perkumpulan Program Studi Kewirausahaan Indonesia (APSKI) terus meneguhkan posisinya sebagai poros penting dalam pengembangan ekosistem kewirausahaan nasional. Hal ini tercermin dalam laporan Direktur Direktorat Kemitraan APSKI, Moh. Ikhsan Kurnia, pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-2 APSKI yang berlangsung di Universitas Amikom Yogyakarta, Rabu (16/7/25).

Ikhsan mengungkapkan, sepanjang tahun kerja 2024–2025, Direktorat Kemitraan berhasil merealisasikan sejumlah program strategis yang bersinergi dengan mitra nasional dan internasional. Salah satu kolaborasi unggulan ialah kerja sama dengan Mata Garuda LPDP dalam pelaksanaan 5ME 2045 National Business Competition, sebuah kompetisi kewirausahaan berskala nasional yang menyasar pelajar SMA/SMK, mahasiswa, hingga alumni LPDP.

“APSKI dipercaya mengoordinasi proses sosialisasi, seleksi juri, dan penilaian proposal dari tingkat wilayah hingga nasional. Ini merupakan kehormatan besar sekaligus amanah strategis,” ujar Ikhsan.

Program lainnya ialah Sahabat Daya, hasil kerja sama dengan platform pemberdayaan milik Bank BTPN, Daya.id. Melalui program ini, para dosen anggota APSKI menjadi kontributor aktif artikel edukasi kewirausahaan, yang dipublikasikan secara luas kepada komunitas UMKM mitra BTPN. Tak hanya itu, seminar daring nasional pada Juni 2024 yang digelar bersama Daya BTPN berhasil menjaring lebih dari 500 peserta lintas kampus dan masyarakat umum.

Capaian lainnya ialah penyelenggaraan pelatihan Certified Professional Business Coach (CPBC) hasil kerja sama dengan ASIA COACH. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dosen pembina wirausaha dan ditutup dengan sertifikasi resmi bagi peserta yang lulus.

“APSKI bukan hanya wadah komunikasi antarprodi kewirausahaan, tetapi juga simpul strategis penghubung kampus, industri, lembaga donor, dan institusi keuangan,” tandas Ikhsan.

Rakernas kali ini menegaskan posisi APSKI sebagai penggerak utama kolaborasi lintas sektor yang memperkuat sumber daya manusia kewirausahaan nasional menuju daya saing global.[]

Comment