![]() |
| Arief Poyuono.[Dok/radarindonesianews.com] |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono menyatakan bahwa masyarakat di bawah tidak merasa adanya ke gaduhan dalam Pemerintahan Joko Widodo.
“Seperti yang dikatakan Jokowi ketika memberikan 5 arahan atau pesan pada para menteri dan kepala lembaga saat paripurna di Istana Negara, di mana salah satu peringatannya, yakni meminta para menteri dan kepala lembaga tidak membuat kegaduhan jelang tahun politik,” tukasnya, Selasa (3/10)
“Kalau memang menurut Joko Widodo ada kegaduhan dalam pemerintahannya jelang tahun politik sih enga betul ya,” ungkapnya kembali.
Kemudian, sambung Arief, soal impor 5000 senpi yang bermasalah bukan kegaduhan jelang tahun Politik, tetapi lebih pada tidak dilakukannya tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance ) dalam Pemerintahan Joko Widodo terutama dalam hal tranparansi dan akuntabilitas.
“Kedua pandangan publik luar negeri dengan pernyataan Joko Widodo yang mengatakan agar jangan gaduh itu justru direspon publik luar negeri ada kegaduhan dan ketidak-kompakan di pemerintahan Joko Widodo,” cetusnya.
Tentu ini lanjutnya, membuat investor dan pihak luar negeri yang kan berinvestasi di Indonesia menjadi ragu. karena mereka menganggap Joko Widodo tidak mampu mengatur anak buahnya supaya bisa menciptakan Good Governance.
Namun tambahnya, apabila gaduh jelang tahun Politik itu wajar saja, apalagi pemerintahan Joko Widodo itu pemerintahan dengan sistim ‘kumpul kebo’. Jadi kapan saja kabinet nya bisa bubar jelang tahun Politik nanti, sebab tanpa ikatan yang abadi.
“Justru saya curiga kegaduhan yang saat ini terjadi menurut Joko Widodo ada ‘benang merah’nya dengan kasus praperadilan ketua DPR RI dalam kasus e-KTP, hingga bisa dikabulkan oleh hakim. Jadi tidak ada tuh kegaduhan,” pungkasnya.[Nicholas]










Comment