Aviliani: Investasi Bergerak, Implementasi Kebijakan Tertinggal

Ekonomi, Nasional309 Views

RADARINDONESIANEWS .COM, JAKARTA–– Institut for Development of Economics and Finance (INDEF) mengumpulkan para ekonom senior dalam sebuah diskusi untuk membaca ulang arah ekonomi nasional di bawah pemerintahan baru.

Dalam diskusi panel bertajuk “Menata Ulang Arah Ekonomi Berkeadilan: Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026” yang diselenggarakan secara daring, Kamis (29)11/2925) tersebut, hadir para pembicara bwrkompeten di bidang ekonomi antara lain; Eisha M. Rachbini, Didin S. Damanhuri, Aviliani, dan keynote speech, Menteri Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.

Diskusi mengerucut pada satu hal: ekonomi Indonesia tengah memasuki fase penyempitan ruang gerak di sisi konsumsi rumah tangga, pelemahan sektor riil, hingga ketimpangan struktural yang tak kunjung terurai.

Ekonom senior INDEF Aviliani yang hadir dalam diskusi melihat sektor pembiayaan mulai menunjukkan tanda positif. Penurunan bunga pascakucuran Rp200 triliun ke perbankan membuat permintaan kredit meningkat, demikian pula aktivitas pasar modal.

Namun ia menilai pertumbuhan belum optimal karena kementerian sektoral tak memberikan kebijakan yang mendorong permintaan secara langsung.

Sektor pariwisata disebut Aviliani sebagai jalur tercepat meningkatkan ekonomi rakyat, khususnya UMKM.

“Kalau daya beli lemah, pemerintah harus menggenjot sektor yang tumbuh cepat. Pariwisata menyentuh banyak sektor turunan,” katanya.

Sementara hilirisasi dan KEK—terutama di Batang dan Kendal—mulai menarik investor karena upah yang kompetitif.

Namun Aviliani mengkritik keras problem perizinan yang “tak kunjung sehat”.

“OSS sekarang berubah jadi SOS,” ujarnya menyindir. “Harus ada Satgas Regulasi yang benar-benar menyelesaikan hambatan investor, terutama asing.” Tutupnya.[]

Comment