Bangkit dari Krisis, Dedy Temukan Harapan Lewat Usaha Cuci Mobil

Profile129 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA  — Di tengah tekanan pandemi dan krisis ekonomi yang sempat melumpuhkan banyak keluarga, Dedy, warga Jakarta Barat, menorehkan kisah keteguhan hidup yang inspiratif. Berangkat dari kondisi serba terbatas, ia membuktikan bahwa kerja keras, kesabaran, dan keyakinan mampu menuntun seseorang bangkit dari titik terendah.

Sebelum menekuni dunia wirausaha, Dedy menjalani beragam pekerjaan demi mencukupi kebutuhan keluarga. Ia pernah berjualan sayur, menjadi pengemudi ojek dan taksi daring, hingga menerima pekerjaan instalasi komputer. Semua ia jalani tanpa memilih-milih, dengan satu tujuan: keluarga tetap bertahan.

“Semua saya jalani dari nol. Tidak ada warisan, tidak ada bantuan khusus. Hanya mengandalkan kerja keras dan kemauan untuk bertahan,” ujar Dedy saat ditemui di Jakarta Barat, Ahad (19/1/2026).

Masa-masa sulit pernah begitu menekan. Listrik rumah sempat terputus karena keterbatasan biaya, kebutuhan pangan menipis, bahkan biaya sekolah anak-anak tertunda hingga lebih dari satu tahun.

Namun, kondisi itu tidak mematahkan semangatnya. Bersama sang istri, Vasantha Devi, dan kelima anaknya, Dedy memilih menjalani hidup sederhana sambil saling menguatkan.

“Anak-anak saya sangat mengerti. Mereka tidak menuntut apa pun. Yang penting kami bisa makan, sekolah tetap jalan, dan rumah masih ada,” tuturnya.

Keinginan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga mendorong Dedy untuk mencoba dunia usaha. Bersama seorang sahabat, ia sempat merencanakan membuka usaha steam motor.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, mereka akhirnya memilih usaha cuci mobil yang dinilai lebih berkelanjutan dan dibutuhkan masyarakat setiap hari, khususnya di kawasan Jakarta Barat.

Tanpa pengalaman dan modal besar, Dedy memulai usahanya dari nol. Ia belajar mengenali alat dan bahan, memahami teknik pencucian, hingga membangun relasi dengan pelanggan. Perlahan, usaha cuci mobil tersebut mulai berkembang dan memberikan hasil yang cukup untuk menopang kehidupan keluarga.

Kisah Dedy mencerminkan realitas banyak pelaku UMKM di Indonesia yang memulai usaha dari bawah, tanpa sokongan modal besar. Ketekunan, kreativitas, serta semangat pantang menyerah menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan ekonomi.

“Selain berusaha, yang paling penting adalah bersyukur dalam keadaan apa pun. Kami percaya Tuhan selalu membuka jalan satu per satu,” ungkapnya.

Bagi Dedy, masa sulit bukanlah akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses pembelajaran hidup. Ia meyakini setiap kesulitan memiliki makna untuk membentuk pribadi yang lebih kuat dan bijaksana.

“Tidak ada yang mustahil bagi orang yang mau berusaha. Setiap proses pasti ada maksud Tuhan untuk membawa kita ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.[]

Comment