Berangkat ke Turki, Aktivis Spirit of Aqsa Gabung Misi Global Sumud Flotilla 2.0

Nasional58 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Sejumlah aktivis kemanusiaan Indonesia bertolak ke Turki untuk bergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, sebuah inisiatif solidaritas internasional yang bertujuan menembus blokade Gaza dan membuka jalur bantuan bagi warga Palestina.

GSF merupakan gerakan sipil global yang melibatkan lebih dari 80 kapal dari berbagai negara. Misi ini diposisikan sebagai bentuk tekanan moral dan politik terhadap komunitas internasional agar mengambil langkah lebih tegas dalam merespons krisis kemanusiaan di Gaza.

Aktivis Spirit of Aqsa, As’ad Arsy Muhammad, menjadi salah satu peserta yang berangkat dari Indonesia. Ia tergabung dalam kontingen laut bersama lima peserta umum dan enam awak media.

Selain As’ad, peserta lain di antaranya Andi Angga Prasadewa, Ronggo Wirasanu, Herman Budianto Sudarsono, dan Hendro Prasetyo.

Perjalanan armada GSF dimulai dari Barcelona pada 12 April lalu sebagai titik awal pelepasan konvoi laut. Selanjutnya, kapal-kapal bergabung dengan armada dari Italia pada 26 April dan kini bergerak menuju Yunani serta Turki sebagai titik konsolidasi sebelum mendekati perairan Gaza.

Selain jalur laut, misi ini juga diperkuat melalui berbagai upaya advokasi internasional. Salah satunya melalui Kongres Parlemen yang digelar di Brussel pada 22 April 2026, yang mempertemukan anggota parlemen, aktivis kemanusiaan, dan perwakilan masyarakat sipil dari berbagai negara.

Forum tersebut bertujuan memperkuat tekanan politik global untuk menghentikan blokade Gaza dan memastikan perlindungan terhadap warga sipil Palestina.

Dari Indonesia, sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Sudarnoto Abdul Hakim, Heru Susetyo, Wanda Hamidah, Gustika Hatta, Arif, dan Feri Amsari.

Di jalur darat, gerakan ini juga melibatkan konvoi kemanusiaan dari Mauritania yang akan berkumpul di Libya pada 7 Mei sebelum bergerak menuju Gaza.

Peserta dari Indonesia dijadwalkan berangkat ke Libya pada 5 Mei untuk bergabung dengan lebih dari 1.000 relawan dari berbagai negara.

Dalam rangkaian aksinya, aktivis GSF juga berupaya melakukan tekanan sipil terhadap jalur logistik yang dinilai berkontribusi pada blokade Gaza, termasuk dengan mengawal pergerakan kapal kargo menuju pelabuhan Ashdod, Israel.

Partisipasi Indonesia dalam misi ini mencerminkan keterlibatan masyarakat sipil dalam isu kemanusiaan global, sejalan dengan amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan.

Kontingen Indonesia dijadwalkan tiba di Turki dalam beberapa hari ke depan untuk bergabung dengan peserta internasional lainnya sebelum memasuki tahap lanjutan dari misi Global Sumud Flotilla 2026.[]

Comment