RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Heavenky Culture, World Peace and Restoration of Light (HWPL) Indonesia menggelar Coffee Meet Up bertajuk percakapan santai mengenai Hak Asasi Manusia (HAM), jurnalistik, dan kebebasan pers di Mie Kober Tebet Lantai 2, Jalan Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut dibuka oleh Meily, Public Relations and Media Department HWPL Indonesia. Kegiatan diikuti sejumlah Publicity Ambassador dan jurnalis dari berbagai media.
Sejumlah peserta yang hadir antara lain Indra dari InfoBanua.co.id, Sayuti dari Forum Keadilan, Ranex dari Sorot News, Resram Sihombing dan Batara Victor dari Bunaken, Amin dari Indephnews.id, Algi Darmawan dari Wawainews.id.
Selain itu, hadir pula Furqon Bunyamin Huseiin dan Wahab dari Radar Indonesia News, Suharsono dari Satu Nusantara News, Satria Sabil dari Harian Pelita/Ksatria TV, Rio dari Indonews.id, Catur Prayitno alias Pray dari Viralkatanews.com, Tjoek dari Delapanplus.com, Didik dari ReportaseNews.com, Ipal dari Derap Reformasi, Mqyakal dari Satu Nasional, Fafa dari Liberty Magz, Meydi Triwarsana.com, dan Irwan dari Derap Reformasi.
Dalam kesempatan tersebut, Meily mengajak media dan jurnalis untuk membangun kolaborasi dalam mendorong terciptanya perdamaian, baik di lingkungan lokal maupun secara lebih luas.
“Hari ini kami mengumpulkan relawan-relawan dan jurnalis dari bidang media supaya kita bisa sama-sama bergerak untuk menciptakan perdamaian di daerah lokal masing-masing dan akhirnya di Indonesia,” ujar Meily, didampingi dua rekannya dari HWPL.
Meily menambahkan, upaya membangun perdamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab para relawan HWPL. Menurut dia, seluruh elemen masyarakat dari berbagai latar belakang perlu mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang damai.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Radar Indonesia News, Furqon Bunyamin Husein, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap misi dan langkah nyata HWPL dalam upaya mendorong penyelesaian konflik melalui pendekatan perdamaian dan mediasi.
Ia menilai pengalaman HWPL dalam upaya perdamaian, termasuk keterlibatannya dalam proses perdamaian di Filipina, dapat menjadi salah satu referensi penting dalam mendorong penyelesaian berbagai persoalan kemanusiaan dan konflik di sejumlah wilayah.
“Langkah-langkah seperti yang dilakukan HWPL di Filipina tentu patut diapresiasi. Kita berharap semangat yang sama juga dapat diterapkan dalam merespons berbagai persoalan kemanusiaan, termasuk yang terjadi di Palestina, khususnya Gaza, maupun persoalan di Papua,” ujar Furqon.
Selain membahas isu perdamaian, Coffee Meet Up tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai HAM, press freedom, Kode Etik Jurnalistik, serta berbagai pengalaman wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.
Para peserta bertukar pandangan mengenai pentingnya kebebasan pers yang disertai tanggung jawab, perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas, serta penghormatan terhadap hak-hak dasar manusia.
Pada penghujung kegiatan, seluruh peserta kemudian menggelar doa bersama untuk lima pekerja media yang dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan erupsi Anak Krakatau sejak 8 September 2026.
Doa tersebut menjadi penutup pertemuan sekaligus bentuk kepedulian dan harapan dari para jurnalis agar kelima pekerja media tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Pertemuan dan ngopi bareng ini juga menyepakati pembentukan wadah yang diberi nama Forum Jurnalis HWPL Jakarta. []











Comment