by

Blak- Blakan Kampanye LGBT, Generasi Makin Rusak

-Opini-24 views

 

 

Oleh : Murni, SE, Freelance Writer

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Perilaku penyimpangan kaum sodom tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Pasalnya, belum lama ini Deddy Corbuzier mengundang Ragil Mahardika dan Frederik Vollert ke dalam podcast YouTubenya. Ragil Mahardika dan Frederik Vollert adalah pasangan gay yang saat ini tinggal di Jerman.

Dalam video berdurasi sekitar satu jam tersebut, Deddy banyak membahas seputar kehidupan dan penyimpangan hasrat seksual seorang gay yang menyalahi fitrah.

Podcast tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak namun sebaliknya 5 partai yang ada di DPR tengah membuat dan menyetujui undang- undang LGBT dan akan segera diloloskan dalam waktu dekat ini.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, dalam kegiatan Tanwir I Aisyiyah di Surabaya, Sabtu (20/1), mengungkapkan ada lima fraksi di DPR RI yang dianggap “menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT)”. (Kumparan.Com)

“Saat ini di DPR sedang dibahas soal Undang-Undang LGBT atau pernikahan sesama jenis. Sudah ada lima partai politik menyetujui LGBT,” kata Zulkifli seperti dilansir Antara.

Namun, pria yang juga menjabat Ketua Umum Partai PAN tersebut bergeming saat ditanya fraksi mana saja yang menyetujui LGBT. Zulkifli sama sekali tidak menyebutkan siapa saja lima fraksi tersebut dan memastikan bahwa Fraksi PAN di DPR menolak.

Ia juga mengungkapkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kesenjangan politik di Indonesia di mana keinginan masyarakat berlawanan dengan keinginan DPR. Padahal sejatinya para anggota DPR dipilih untuk memihak kepada aspirasi rakyat. Bukan memihak aspirasi para oligarki, pemilik modal pengusung LGBT.

Mirisnya hari ini, kaum LGBT ini semakin berani menyatakan eksistensinya. Berbagai kampanye serta propaganda gerakan ini semakin gencar dilakukan dengan adanya payung hukum HAM atas nama kebebasan berekspresi dan bertindak serta adanya dukungan dunia internasional.

Tak bisa dipungkiri sejatinya eksistensi LGBT adalah sebuah mega proyek Barat untuk menghancurkan generasi Islam agar menyimpang dari fitrahnya dalam pemenuhan gharizatun na’u (naluri melestarikan keturunan). Didukung oleh banyak negara dan lembaga internasional seperti PBB.

Dalam situs resmi PBB atau United Nations (UN) terang-terangan dinyatakan bahwa lembaga itu mendukung kesamaan hak bagi kaum L68TQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer, dan lain-lain).

Menyeruaknya polemik lesbian, gay, biseksual, transgender (L68T) yang kini santer di Indonesia diduga merupakan sebuah serangan pihak tertentu dengan tujuan akhir menghancurkan generasi muda Islam. Fenomena ini merupakan sebuah penyakit orientasi seksual tidak wajar. Jika dibiarkan hal ini dapat meracuni generasi bangsa, merusak moral, juga peradaban manusia tentunya.

Keberadaan mereka penyuka sesama jenis adalah malapetaka. Ingatkah kita dengan kaum Nabi Luth yang dijungkirbalikkan negerinya karena dimurkai? Allah swt jelas membenci prilaku menyimpang ini. Lantas mengapa kita yang dianugerahkan akal dan iman malah mengorbitkan kaum terkutuk itu? Apakah masih kurang azab bangsa sodom? Ataukah bangsa ini telah menghalalkan azab serupa menggegarkan tanah Indonesia?

Baginda Rasulullah Muhammad SAW, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, pernah mengungkapkan rasa khawatir terhadap munculnya perilaku kaum Luth pada umatnya nanti. Sebagaimana diketahui, perbuatan kaum Luth adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Allah dan Rasul-Nya melaknat pelaku homoseks dan lesbian dikarenakan hal tersebut termasuk perbuatan keji. Sementara kemungkaran dan perbuatan keji adalah hal yang diharamkan oleh agama.

Umat wajib menolak LGBT. Haram bagi umat memberikan perlindungan, dukungan, maupun panggung bagi keberadaan mereka. Bila mereka bertobat niscaya Allah SWT mengampuni mereka. Sebaliknya, jika mereka terus melakukan perbuatan kejinya, tentu sudah seharusnya mereka dihukum secara keras, yakni hukuman mati. Ibnu Abbas ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. telah bersabda:

مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

“Siapa saja yang kalian dapati mempraktikkan perbuatan kaum Luth, bunuhlah pelaku dan pasangannya” (HR Ibnu Majah).

Olehnya, sudah sewajarnya umat tidak berdiam diri atas tontonan menjijikan kaum sodom, terus berjuang menyuarakan kebenaran dan melawan setiap penyimpangan syariat-Nya serta berjuang menegakkan tegaknya Syariah Islam.

Hanya dengan Syariah Islam akan memberikan perlindungan pada kehidupan umat manusia secara keseluruhan. Syariah Islamlah obat untuk berbagai penyakit yang hari ini diidap oleh umat manusia.Wallahu ‘Alam Bishowab.[]

Comment