Bom Gaza, Di Mana Hati Nurani Umat Islam Dunia?

Opini1275 Views

 

Oleh: Novi Puji Lestari, Mahasiswi

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Belum lama warga Palestina bernafas lega, serangan Israel kembali datang memborbardir.

Dilansir dari radar Bogor.id, Israel melakukan serangan udara di Jalur Gaza pada Jumat (5/8/2022). Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, setidaknya 29 orang tewas akibat serangan tersebut.

Kekerasan akhirnya berakhir pada Minggu malam dengan gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir. Namun, gencatan senjata yang diluncurkan Israel tak menyurutkan semangat warga Palestina tuk mempertahankan tanah kelahirannya.

“Kami menerima berita gencatan senjata dengan sukacita dan kebahagiaan dan kami kembali bekerja, Kami tidak ingin lebih banyak pertumpahan darah.” kata penjaga toko Gaza Hazem Douima.

Miris jika kita lihat kejadiannya, pasalnya keluarga yang berduka pun harus turun tangan menguburkan para korban. Lebih dari itu, pada satu pemakaman yang diikuti oleh ratusan pelayat di Jabalia di Jalur Gaza utara, satu keluarga memakamkan empat anak untuk beristirahat selama-lamanya. (www.moeslimchoice.com)

Namun sebaliknya, Duta Besar Amerika untuk PBB Linda Thomas-Greenfield malah mendukung hak Israel untuk membela rakyatnya dari ancaman teroris.

Seraya berkata, “Dewan ini harus bisa bersatu dan tanpa syarat menolak terorisme Jihad Islam Palestina, yang tindakan sembrononya telah membahayakan nyawa warga sipil, di kedua sisi,” katanya.

Padahal gerakan teroris yang dimaksud adalah gerakan Jihad Islam Palestina yang menjadi pahlawan demi mempertahankan tanah Palestina tercinta. Hingga kini, tak ada satu pun negara yang mampu membebaskan Palestina dari kerangkeng penyiksaan Israel. Bahkan warga Palestinanya saja tak memiliki daya dan upaya tuk mengusir Sang Penjajah.

Negeri muslim hanya bisa mengecam dan prihatin namun tangan mereka tak berdaya memukul balik Israel.

Di sisi lain, hubungan baik dengan penjajah tumbuh subur dan dinormalisasi. Seperti sikap pemimpin Saudi & Turki memperjelas pengkhianatan mereka terhadap perjuangan Umat Islam di Palestina.

Melansir dari situs aa.com.tr, pada Kamis (03/03/2022), Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan negaranya tidak memandang Israel sebagai musuh, melainkan sebagai sekutu potensial dalam banyak kepentingan. Pernyataan ini ia sampaikan dalam wawancaranya dengan majalah Amerika, The Atlantic. Ini adalah tanggapan atas kemungkinan Kerajaan mencontoh UEA dalam menjalin hubungan dengan Israel.

Bisa kita saksikan bersama fenomena yang ada, di balik teriakan kaum muslimin yang tersiksa di bumi Palestina, kaum muslim di belahan bumi lainnya justru tertawa bahagia setelah berjabat tangan dalam ikatan kerjasama antar negara bersama musuh kaum muslimin.

Tak ada pelindung bagi kaum muslimin yang terzalimi, yang ada hanyalah bantuan seadanya tanpa tercabutnya sumber masalah hingga akarnya. Yakni Penghentian Genjatan Senjata Israel la’natullah alaih. Padahal Umat Muslim butuh perlindungan yang paripurna dari negara, yakni Daulah Islamiyyah sebagai sistem pemerintahan yang sempurna.

Daulah Islamiyyah akan berjuang memukul balik Israel dan memastikan terjaganya jiwa dan hak-hak kaum muslimin.

Lebih dari Itu, tegaknya daulah Islam akan menjadi penjaga jiwa kaum muslimin bukannya menjadi pengecam bahkan penonton penderitaan semata. Oleh karena itu, marilah kita tegakkan sistem paripurna yang mampu menjaga mahkota kehormatan umat Islam yang telah dilecehkan oleh para musuh Allah Selama ini.[]

Comment