Bursah Zarnubi Sarankan dr Tifa Buka Ruang Kompromi dengan Jokowi

Profile125 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Tokoh pendiri Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Bursah Zarnubi, menyarankan Tifa Fauziah membuka ruang kompromi dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait persoalan yang tengah diperjuangkannya.

Hal itu disampaikan Bursah saat memberikan sambutan dalam peringatan Milad ke-36 Humanika di Rumah Makan Cerita, kawasan Kemang-Ampera, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026) malam.

Dalam sambutannya, Bursah mengisahkan perjalanan awal Humanika yang menurut dia tidak terlepas dari dinamika politik dan gerakan kemanusiaan.

Ia menyebut Humanika mulai mengambil peran setelah Fuad Bawazier, yang kala itu dikenal sebagai salah satu tokoh KAHMI, menjalani masa hukuman.

Bursah kemudian menyebut kedatangan dr Tifa yang hadir dalam acara tersebut. Tifa dikenal sebagai salah satu pihak yang mempersoalkan transparansi terkait keaslian ijazah Joko Widodo.

Kepada Tifa, Bursah menyampaikan saran agar persoalan tersebut dapat dibicarakan melalui ruang kompromi dengan Jokowi.

“Kalau Jokowi mau kompromi, silakan ke Jakarta,” ujar Tifa saat dikonfirmasi wartawan terkait pernyataan tersebut.

Bursah yang juga Ketua Umum Forum Alumni HMI (FAHMI) kemudian mengingatkan kembali perjalanan Humanika pada masa awal berdirinya.

Menurut dia, aktivis Humanika bersama kelompok Pijar yang dibina Hariman Siregar pernah menghadapi situasi ketika perbedaan pendapat di lingkungan kampus dibatasi pada era Orde Baru.

Memasuki usia ke-36, Bursah mengatakan Humanika membawa semangat solidaritas, sinergi, dan kolaborasi untuk demokrasi dan keadilan. Ia juga menyinggung pengelolaan sumber daya alam dan upaya mencegah potensi korupsi.

Bursah mengatakan Humanika akan terus menjadi bagian dari gerakan masyarakat yang memperjuangkan kepentingan publik. Ia juga menyebut perlunya penguatan semangat Pasal 33 UUD 1945 dalam pengelolaan kekayaan negara.

Dalam acara tersebut, peserta juga menyaksikan film dokumenter perjalanan Humanika. Pemutaran film itu menjadi bagian dari rangkaian refleksi perjalanan organisasi selama 36 tahun.

Panitia sempat protes pihak keamanan Rumah Makan Cerita karena pendingin ruangan (AC) dimatikan. Pihak pengelola diketahui harus mengikuti batas waktu operasional yang ditetapkan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, hadir sejumlah tokoh antara lain Syahrin Hamid, Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat; Jumhur Hidayat; Syukur Mandar; Gaes Cholifah; Musfihin Dahlan; Prof Herdi Syahrazat; Syaiful Jihad; Waty Imhar, Ketua Umum Emak Aspirasi; Alfan Alfian; Riad Ocha; Fuadi; Sri Melyana; Yunisaf; Karman BM; Sabili; Prof Musni Umar; Ipik Zulkhoir; Efendi; Saroni; Budiono; Desy; Erik; Sidiq; dan Sarbini.

Panitia juga menerima kiriman bunga dari Doli Kurnia, Viva Yoga Mauladi, Sarmuji, serta sejumlah tokoh lainnya.[]

Comment