by

Dadik Trisatya, S.Pd*: Peranan Literasi Untuk Peradaban

-Opini-25 views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA  — Bangkitnya suatu peradaban di tandai dengan bangkitnya pemikiran masyarakatnya. Karena pemikiran akan mempengaruhi pemahaman, yang akan mengantarkan pada kemajuan pengetahuan dan teknologi. Bangsa yang maju adalah bangsa yang menaruh perhatian besar pada ilmu pengetahuan,  khususnya kemampuan membaca.

Mengapa aktivitas membaca dianggap penting? Hal ini karena aktivitas membaca merupakan pintu untuk masuknya berbagai macam pengetahuan.

Sebagaimana kita ketahui minat baca di tanah air sangat rendah, bahkan menduduki peringkat kedua dari bawah. Prosentasenya 0,001% atau satu orang diantara 1000 orang. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan.

Rendahnya minat baca pada masyarakat ini di pengaruhi oleh berbagi macam faktor, pertama kurangnya kesadaran orang tua tentang pentingnya budaya membaca sejak dini, kedua sarana/ media baca yang belum memadai, sehingga kurang menarik minat baca, ketiga kurangnya kepedulian masyarakat dalam mewacanakan pentingnya literasi

Literasi adalah istilah umum yang merujuk pada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang di perlukan dalam kehidupan sehari-hari (Wikipedia). Berbicara literasi pasti tidak akan jauh dari aktivitas membaca dan menulis.

Semua peradaban di dunia ini tidak lepas dari budaya membaca dan menulis. Budaya literasi yang tinggi akan membentuk suatu masyarakat yang bepengetahuan. Banyak catatan sejarah yang menunjukan bahwa bangsa-bangsa yang memiliki peradaban yang besar adalah bangsa yang memiliki budaya literasi yang tinggi. Bahkan, wahyu yang pertama kali diterima oleh Rasulullah adalah perintah untuk membaca (Iqra), ini menunjukan betapa pentingnya aktivitas membaca dalam kehidupan.

Catatan sejarah menunjukan bahwa peradaban Islam pernah mencapai masa keemasan. Bahkan mengangkat harkat martabat manusia karena ilmu pengetahuan (sains dan teknologi). ketika ilmu pengetahuan di bangun berlandaskan kejujuran, keiklasan, kebenaran, keadilan dan rasa cinta terhadap ilmu. Periode ini terjadi pada masa kekhalifahan Bani Abbasiyah, dimana khalifah memiliki perhatian yang sangat besar terhadap perkembangan IPTEK.

Khalifah Harun al-Rasyid membangun perpustakaan sebagai tempat diskusi ilmu pengetahuan. Beliau juga membangun hubungan yang sangat harmonis dengan para ulama, ahli hukum, penulis, qari maupun para seniman. Pada masa itu banyak terjadi perkembangan dari beragam disiplin ilmu dan pengetahuan. Beliau bahkan mendirikan perpustakaan raksasa yang diberi nama Baitul Hikmah, yang berfungsi sebagai pusat kajian ilmu pengetahuan dan peradaban terbesar pada masanya.

Islam hadir di tengah masyarakat yang tidak memiliki budaya baca tulis kuat, tetapi mampu bangkit dan berubah sejak umat Islam mulai mencintai ilmu. Ini membuktikan bahwa majunya peradaban tidak terlepas dari budaya baca tulis. Maka sudah selayaknya kita menanamkan cinta terhadap ilmu di lingkungan kita supaya bangsa kita menjadi bangsa yang maju dan mampu bersaing di kancah dunia.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan supaya budaya baca meningkat. Untuk meningkatkan budaya baca di lingkungan sekolah, bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya, membiasakan membaca selama 10-15 menit sebelum pelajaran secara konsisten, membuat review atau sinopsis buku, menyediakan perpustakaan dengan koleksi yang lengkap serta , memperbaiki kualitas pelayanan perpustakaan, maupun mengadakan lomba yang berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan minat baca di sekolah.

Sementara untuk lingkungan masyarakat, bisa dilakukan dengan mengencarkan kampanye pentingnya literasi bagi kehidupan kita, kedua mengaktifkan rumah baca maupun perpustakaan daerah, serta memastikan koleksi buku mencukupi, ketiga bekerjasama dengan pihak-pihak berwenang baik untuk sosialisasi, maupun pengadaan buku.

Dengan kerjasama yang baik antar individu, masyarakat dan pemerintah maka perlahan budaya baca dalam masyarakat akan meningkat, hal ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan suatu bangsa.
Wallahu a’lam. []

*Guru SMAN 1 Karang Bintang, Tanah Bumbu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 4 =

Rekomendasi Berita