Menurut Anton, takbir yang mengumandangkan asma Alloh dalam menyambut hari raya Idul Fitri itu perintah Al-Quran dan Sunnah jadi termasuk ajaran agama Islam. “Itu tersurat di AlQuran surat II ayat 185, jika telah tunai puasa ramadan agungkanlah nama Alloh wujud rasa syukur kalian,” kata Anton mengutip surat Al-Quran.
“Hal itu dijelaskan juga oleh Nabi Muhammad saw dalam beberapa hadits sohih al di hadust Abudaud, Muslim, Ahmad dll,” lanjut Anton.
Anton juga menambahkan bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan takbir di jalan-jalan, di pasar-pasar dan lain-lain, bahkan ketika berangkat ke tempat-tempat sholat Idul Fitri (Id) supaya takbir dan pulang sholat Id mengambil jalan lain, bukan jalan yang sama ketika berangkat.
“Ini dijadikan rujukan ulama se-dunia takbir keliling menyambut Hari raya Idul Fitri juga Idul Adha itu termasuk ajaran agama sebagai syiar Islam sekaligus hiburan yang indah jika dikelola dengan manajemen yang benar dan baik,” pungkas Anton.
“Apalagi di negara muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia ini, pemerintah perlu bantu pelaksanaan dan manajemennya jangan malah melarangnya,” kemuka Anton.
“Untuk itu pemerintah selaku pelayan rakyat perlu koordinasi dengan ulama setempat agar pelaksanaannya lancar aman dan nyaman,” kata Anton Tabah yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat. [gn]










Comment