Ustadz M. Zaaf Fadlan Ajak Perkuat Silaturahmi dan Dukung Pembangunan Masjid di Papua pada Pengajian Yayasan Alimbas Insan Cita

Berita122 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ustadz M. Zaaf Fadlan Rabani Al Gamaratan membagikan pengalaman dakwahnya di Tanah Papua dalam Pengajian Yayasan Alimbas Insan Cita yang digelar di Rumah Makan Sore Pagi, Jalan Jeruk Purut, Cilandak Timur, Jakarta, Minggu (5/7/2026).

Dalam tausiahnya, Zaaf Fadlan mengisahkan perjalanan dakwah yang pernah dijalaninya di Papua. Ia mengaku sempat menggunakan nama samaran “Thomas” saat berdakwah karena menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman terhadap keselamatannya.

Meski demikian, ia tetap menjalankan dakwah yang menurutnya telah mengantarkan banyak masyarakat Papua memeluk Islam.

Ia juga menyampaikan kekagumannya kepada Pahlawan Nasional Prof. Lafran Pane, pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang dinilainya berhasil membangun semangat persatuan di tengah keberagaman suku dan latar belakang, sebagaimana semangat yang terkandung dalam Sumpah Pemuda.

Dalam kesempatan itu, Zaaf Fadlan mengajak para peserta pengajian untuk meneladani kesederhanaan seorang aktivis. Menurutnya, kehidupan yang sederhana, mandiri, penuh rasa syukur, serta mampu hadir memberi manfaat di tengah masyarakat merupakan karakter yang harus dipertahankan.

“Kita harus mempersembahkan yang terbaik dengan penuh keikhlasan, menghadirkan solusi melalui silaturahmi, serta bersama-sama mendukung pembangunan masjid ke-70 di Papua yang masih membutuhkan bantuan material bangunan,” ujarnya sebelum mengajak jamaah bershalawat.

Kehadiran Zaaf Fadlan menjadi salah satu perhatian dalam reuni pengajian Yayasan Alimbas Insan Cita yang dikenal sebagai wadah silaturahmi para alumni HMI. Yayasan tersebut beralamat di Jalan Adinegoro Nomor 15, kawasan yang memiliki nilai historis sebagai markas HMI Sumatera Bagian Utara.

Pengajian yang dipimpin Ketua Yayasan Alimbas Insan Cita, Dita Ramayana, anggota Forum HMI-Wati (Forhati), juga menghadirkan anggota DPR RI dari Partai Golkar, Musa Rajekshah (Ijeck).

Dalam sambutannya, Musa menghargai peran Leriadi yang mengajaknya bergabung dengan Alimbas. Musa mengaku menyesal semasa kuliah tidak sempat bergabung dengan HMI. Kini ia  diangkat sebagai anggota kehormatan KAHMI Sumatera Utara.

Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Leriadi yang dinilai berperan menjembatani komunikasi antara Yayasan Alimbas Insan Cita dan KAHMI Sumatera Utara.

Selain membahas kegiatan dakwah dan silaturahmi, forum juga menyinggung rencana audiensi dengan Presiden Prabowo Subianto untuk mengusulkan pengangkatan Presiden sebagai anggota kehormatan KAHMI Sumatera Utara. Rencana tersebut akan menyesuaikan dengan agenda dan ketersediaan waktu Presiden.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Yayasan Alimbas Insan Cita, Fadli Nasution, S.H, menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme peserta yang meningkat berkat kehadiran Ustadz Zaaf Fadlan.

Menurutnya, kegiatan pengajian Yayasan Alimbas juga mendapat perhatian melalui berbagai platform media sosial, seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook.

Fadli menambahkan, sejak November 2025 Yayasan Alimbas Insan Cita telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial, antara lain membantu pembangunan sumur bor untuk masyarakat terdampak banjir di Cipirok dan Sibolga.

Yayasan juga berkolaborasi dengan KAHMI Sumatera Utara dalam mendukung pelatihan, pembangunan sekretariat KAHMI Sumut, serta menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Kongres HMI 2026 di Sumatera Utara.

Pengajian tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Alimbas Insan Cita Abdullah Rasyid, Ketua Dewan Penasehat Riswal Hanafi Siregar, serta Sani, Wahyu T., Adheri, Agustianto, Kalimatua, dan sejumlah anggota Alimbas Jabodetabek lainnya.[]

Comment