Di Tengah Duka, FK USK Hadir di Pidie Jaya

Aceh, Daerah82 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, ACEH — Di tengah duka akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, kepedulian kemanusiaan terus mengalir. Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) hadir di Kabupaten Pidie Jaya melalui kegiatan pengabdian masyarakat tanggap darurat untuk melayani warga terdampak bencana.

Demikian laporan Yulia Hastuti, Staf FK USK, Selasa (23/12)2025).

Kegiatan tersebut lanjutnya telah berlangsung pada Ahad (21/12/2025), sejak pagi hingga sore hari, di Desa Geunteng, Desa Seunong, serta Puskesmas Pembantu (Pustu) Meunasah Teungoh, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

Di Desa Geunteng, layanan pengobatan umum menjadi kebutuhan utama warga pascabencana. Sebanyak 136 orang memperoleh layanan medis untuk berbagai keluhan kesehatan.

Selain itu, sekitar 110 anak mengikuti kegiatan dukungan psikososial. Gelak tawa anak-anak yang kembali terdengar menjadi penanda awal pemulihan di tengah situasi sulit yang mereka alami.

Suasana serupa terlihat di Desa Seunong. Sebanyak 107 warga mengantre untuk mendapatkan layanan pengobatan umum, didampingi relawan yang dengan sabar mendengarkan setiap keluhan.

Di lokasi ini, sekitar 110 anak turut mengikuti pendampingan psikososial, yang menjadi ruang aman bagi mereka untuk kembali merasa tenang dan diperhatikan.

Sementara itu, pelayanan khusus diberikan di Pustu Meunasah Teungoh kepada ibu hamil dan perempuan dengan gangguan ginekologi. Layanan ini dilakukan oleh dokter spesialis bersama mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi FK USK.

Melalui pemeriksaan USG, penyuluhan kesehatan gigi, serta pembagian paket bantuan, sebanyak 28 perempuan memperoleh layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan di tengah keterbatasan akses pascabencana.

Pengabdian masyarakat ini tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga membawa pesan solidaritas dan kepedulian.

Kehadiran relawan menjadi penguat bagi warga bahwa mereka tidak sendiri menghadapi masa sulit, sekaligus menegaskan bahwa harapan tetap ada di tengah bencana.

Di balik aktivitas medis dan relawan, ketegaran juga tampak dari para ibu yang bertugas di dapur umum posko pengungsian. Dengan wajah lelah dan tangan yang terus bekerja, mereka menanak nasi, mengaduk sayur, dan menyiapkan makanan hangat bagi para pengungsi.

Ironisnya, sebagian besar dari mereka juga merupakan korban bencana—rumah terendam, harta terbawa arus, dan rasa cemas masih menyelimuti.

Namun di tengah luka dan kehilangan, para ibu ini memilih berada di garis depan kemanusiaan, memastikan tidak ada perut yang kosong. Ketulusan mereka menjadi potret nyata kekuatan empati di tengah bencana—tanpa sorotan kamera dan tanpa pamrih, saling menguatkan melalui sepiring makanan yang dimasak dengan penuh kasih.

Di sisi lain, warga setempat masih bergulat dengan sisa-sisa bencana. Lumpur tebal menutupi lantai dan dinding rumah, dibersihkan perlahan dengan peralatan seadanya. Di tengah kelelahan dan duka, mereka menata kembali rumah sekaligus harapan yang sempat runtuh.

Deru ekskavator yang terus membersihkan jalan utama menjadi penanda bahwa akses kehidupan perlahan kembali terbuka dan proses pemulihan terus bergerak maju.

Kegiatan pengabdian masyarakat FK USK ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, nilai-nilai kemanusiaan tetap tumbuh dan saling menguatkan.

Kolaborasi relawan, tenaga kesehatan, dan warga—termasuk para ibu di dapur posko—menjadi bukti bahwa kepedulian mampu menghadirkan harapan di saat paling sulit.

Semangat gotong royong ini diharapkan terus menyala hingga masyarakat terdampak bangkit dan menata kehidupan dengan lebih kuat.[]

Comment