Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Gelar BUMD Leaders Forum

Ekonomi21 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) memperkuat peran sebagai penopang ekonomi ibu kota melalui forum pimpinan BUMD yang digelar di Jakarta, Kamis, 17 April 2026. Forum ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penyelarasan arah di tengah tekanan ekonomi global dan risiko perubahan iklim.

Acara yang diinisiasi Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD) bersama Bank Jakarta itu mempertemukan jajaran komisaris dan direksi seluruh BUMD DKI. Hadir Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Sekretaris Daerah Uus Kuswanto, serta sejumlah pejabat Pemprov.

Mengusung tema “Synergy for Resilience: Memperkokoh Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi dalam Ekosistem Jakarta Global City”, forum ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas entitas usaha daerah. Pramono menyebut, dalam satu tahun ke depan BUMD perlu melakukan konsolidasi agar mampu beradaptasi dan memperluas peran, tidak sekadar menjadi pemain lokal.

Ia mencontohkan sejumlah BUMD seperti Bank Jakarta, PAM Jaya, dan Dharma Jaya yang dinilai mulai bergerak melampaui peran tradisionalnya. “Saya memberi ruang dan kesempatan agar BUMD bisa memberikan manfaat lebih luas bagi Jakarta,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan kondisi global yang tidak stabil serta ancaman El Nino yang diperkirakan berlangsung April hingga September 2026 berpotensi menekan kinerja ekonomi daerah. Karena itu, kesiapan menghadapi risiko menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan.

Menurut Pramono, penguatan tata kelola dan budaya perusahaan yang transparan serta profesional menjadi kunci.

“Dengan konsolidasi dan corporate culture yang lebih terbuka, saya yakin BUMD Jakarta makin siap menghadapi tantangan,” kata dia.

Selain penyelarasan visi, forum ini membahas sejumlah agenda strategis, antara lain sinergi pembiayaan melalui Bank Jakarta, penguatan penjaminan lewat Jamkrida Jakarta, serta optimalisasi aset BUMD.

Kepala BP BUMD DKI Jakarta menjelaskan, forum ini merupakan kelanjutan dari pertemuan Desember 2025 dengan fokus pada peningkatan daya saing, kesehatan perusahaan, dan kapasitas pembiayaan pembangunan.
Tiga topik utama dibahas.

Pertama, akselerasi investasi dan kemandirian finansial melalui skema pembiayaan kreatif. Hingga triwulan I 2026, fasilitas kredit Bank Jakarta telah disalurkan kepada tiga BUMD, termasuk Dharma Jaya dan Food Station Tjipinang.

Kedua, penguatan investasi melalui sinergi penjaminan proyek strategis, antara lain lewat peran Jamkrida Jakarta dalam menjamin proyek dan kredit BUMD.

Ketiga, peningkatan produktivitas aset strategis sebagai sumber pendapatan baru, mencakup pengembangan properti seperti hotel dan hunian campuran, hingga infrastruktur pengolahan air limbah dan distribusi pangan.

Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta.

Melalui komitmen kolaborasi yang dirumuskan dalam Collaboration Charter, BUMD DKI diharapkan bertransformasi menjadi entitas yang lebih tangguh dan profesional, sekaligus berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.[]

Comment