RADARINDONESIANEWS.COM, NEW YORK — Imam Shamsi Ali, Direktur Jamaica Muslim Center dan Presiden Nusantara Foundation, menyampaikan kritik tajam terhadap meningkatnya diskriminasi rasial di Amerika Serikat, terutama di bawah pemerintahan Donald Trump. Dalam artikelnya bertajuk “Racism is America’s Original Sin”, Shamsi menyebut rasisme sebagai “dosa asal” yang telah mengakar dalam sejarah bangsa.
Demikian dikatakan Dr. Shamsi Ali, Lc, M.A, PhD, Direktur Jamaica Muslim Center, New York melalui rilis Jumat (11/7/25).
“Rasisme bukan fenomena baru. Ia sudah menjadi bagian dari sejarah Amerika sejak para imigran Eropa pertama kali menginjakkan kaki di tanah ini,” ungkap Shamsi, seraya menyoroti penderitaan penduduk asli Amerika yang terusir dan nyaris punah, serta perbudakan terhadap warga keturunan Afrika.
Lebih jauh, Shamsi juga menyoroti kebijakan Trump yang dianggap kejam terhadap imigran, terutama warga Hispanik dan non-kulit putih, serta upaya sistematis untuk membungkam suara pro-Palestina di kampus-kampus.
“Ini mencerminkan rasisme sistemik yang bertentangan dengan semangat Konstitusi,” ujarnya.
Menurut Shamsi, diskriminasi juga dialami komunitas Muslim, yang bahkan sudah berlangsung jauh sebelum tragedi 11 September 2001. “Islamofobia bukan barang baru. Ini sudah mengakar dan makin parah,” tegasnya.
Meski demikian, Shamsi menyerukan harapan dan tanggung jawab bersama untuk melawan ketidakadilan. “Keadilan adalah kehidupan itu sendiri. Hidup dalam ketidakadilan sama saja dengan kematian. Rasisme adalah setan yang harus kita lawan bersama.”
Ia menekankan bahwa semua warga Amerika memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan.
“Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai konstitusional, kita bisa membangun Amerika yang lebih baik untuk semua,” pungkasnya.[]














Comment