Dubes Iran: Penggunaan Senjata Nuklir untuk Perang Bertentangan dengan Islam

Nasional80 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa penggunaan senjata nuklir untuk kepentingan perang bertentangan dengan ajaran Islam.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Islam Indonesia (SAJID) di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat, 26 Juni 2026.

Diskusi yang dipandu Ketua Umum SAJID, Bachtiar Nasir, tersebut dihadiri wartawan dari media cetak, elektronik, dan siber. Forum itu menjadi ruang dialog mengenai perkembangan geopolitik dan hubungan internasional.

Boroujerdi mengatakan sikap Iran terhadap senjata nuklir tidak semata didasarkan pada pertimbangan politik dan keamanan, tetapi juga berlandaskan etika serta ajaran agama.

“Fatwa Iran dari almarhum Khomeini selaku pemimpin tertinggi menyatakan bahwa nuklir haram jika digunakan untuk perang,” ujarnya.

Menurut Boroujerdi, perkembangan teknologi, termasuk teknologi nuklir, harus digunakan secara bertanggung jawab demi kepentingan kemanusiaan, bukan sebagai alat penghancur massal.

Ia juga menyoroti operasi militer Amerika Serikat yang, menurutnya, bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Boroujerdi menilai klaim bahwa serangan tersebut hanya menyasar target militer tidak sesuai dengan kondisi di lapangan karena, menurutnya, warga sipil turut menjadi korban.

Mengenai hubungan dengan negara-negara di kawasan, Boroujerdi menegaskan Iran tidak pernah menyerang negara tetangganya. Ia menyatakan operasi militer Iran hanya ditujukan kepada fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di wilayah negara tetangga, bukan kepada negara tersebut.

Boroujerdi mengatakan Iran pada prinsipnya tetap membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi. Menurut dia, perundingan damai sebelumnya dilakukan atas permintaan Amerika Serikat sehingga Iran memiliki hak untuk menyampaikan kepentingannya dalam setiap proses negosiasi.

Dalam kesempatan itu, Boroujerdi juga menyampaikan pandangannya mengenai Indonesia. Ia mengklaim Israel telah melakukan sejumlah tindakan yang berdampak terhadap Indonesia, antara lain menyerang Rumah Sakit Indonesia di Gaza, menurunkan bendera Indonesia dan menggantinya dengan bendera Israel, serta menyebabkan tewasnya sejumlah personel pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di Lebanon.

Menurut Boroujerdi, nilai-nilai agama dapat menjadi landasan dalam membangun diplomasi yang mendorong perdamaian dan stabilitas internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Ia juga menekankan pentingnya persatuan negara-negara Muslim serta penguatan dialog agar dunia Islam tidak mudah terpecah oleh konflik yang berkepanjangan.[]

Comment