Dubes UEA Gelar Buka Puasa Bersama Para Duta Besar Arab

Nasional857 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste non-residence, Abdulla Salem Al Dhaheri, menggelar acara buka puasa bersama para duta besar negara-negara Arab di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Al Dhaheri yang juga menjabat sebagai dean duta besar negara-negara Arab di Indonesia itu mengundang sejumlah pejabat tinggi tanah air antara lain Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, serta dua mantan Menteri Luar Negeri, Alwi Shihab dan Retno Marsudi. Tampak pula Yenny Wahid, putri Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid.

Dalam sambutannya, Al Dhaheri menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Muslim. Ia menilai Ramadhan bukan semata ritual keagamaan, melainkan momentum mempererat persatuan dan memperdalam dialog antarbangsa.

Menurut dia, nilai kedermawanan yang menjadi bagian dari budaya Emirat dan Indonesia dapat terus diwujudkan melalui kolaborasi konkret di berbagai sektor. “Ramadhan adalah saat yang tepat untuk memperkuat komitmen kebersamaan,” ujarnya.

Agenda tersebut sekaligus menjadi ajang penyambutan bagi tiga duta besar baru yang memulai penugasan di Indonesia, yakni Duta Besar Palestina Abdulfatah Al Satri, Duta Besar Lebanon Salam Al Ashqar, dan Duta Besar Qatar Dr. Sultan Mubark Al Dosari. Kehadiran mereka menandai dinamika baru hubungan diplomatik multilateral di Jakarta.

Al Dhaheri juga menyampaikan apresiasi terhadap Indonesia yang dinilainya sebagai negara dengan tradisi moderasi dan kekayaan budaya yang kuat. Ia menyebut Indonesia sebagai mitra tepercaya sekaligus jembatan dialog antarnegara yang konsisten mendorong pembangunan berkelanjutan.

Menjalankan misi diplomatik di Indonesia, kata dia, merupakan kesempatan berharga untuk berinteraksi dengan masyarakat yang dikenal ramah dan terbuka.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen UEA untuk terus mempererat hubungan bilateral dengan Indonesia di berbagai bidang. Kerja sama yang semakin luas dinilai penting dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.

Di akhir acara, Al Dhaheri menyinggung pentingnya aksi kemanusiaan sebagai pilar kebijakan luar negeri UEA. Berpedoman pada visi Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan, UEA disebut konsisten menempatkan bantuan kemanusiaan sebagai bagian inti diplomasi globalnya.

Salah satu inisiatif yang disorot ialah kampanye “Edge of Life” yang menargetkan penyelamatan lima juta anak dari ancaman kelaparan. Program tersebut, menurut dia, menjadi wujud solidaritas global yang diwujudkan melalui langkah konkret.[]

Comment