![]() |
| Echal Gumiilang.[Dok/pribadi] |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Echa Gumilang, musisi muda dan berbakat ini, memiliki keinginan untuk menjadikan dangdut sebagai musik dunia. Ini diungkapkannya saat berbincang bersama radarindonesianews.com melalui percakapan WhatsApp, Senin (11/9/2017).
Menurut pemuda tampan kelahiran Bengkulu, 9 Januari 1987 ini, keinginannya membawa musik dangdut ke level dunia itu sebagai hal yang tidak berlebihan, mengingat jenis dan genre musik dangdut sudah mulai dinyanyikan di kawasan regional seperti Jepang dan Korea. Danbee menjadi salah satu contoh.
Echal Gumilang, anak dari pasangan Syamsu Rizal dan Laili Sanara ini memulai karirnya dengan Classic Band pada tahun 200. Sejak itu, dari cafe ke cafe di bilalangan Hayam Wuruk, Jakarta Kota, dilaluinya dengan penuh pengharapan untuk menjadi seorang musisi ternama.
Barulah pada tahun 2003, melalui sebuah festival musik dangdut, Echal Gumilang meraih penghargaan sebagai pemain keyboard terbaik. Dari sinilah karier Echal Gumilang mulai meroket sebagai musisi muda berbakat dan banyak producer bekerja sama membuat musik untuk lagu-lagu dangdut.
Hingga kini, sudah banyak lagu dan musik dibuatnya. Salah satu contoh lagu yang digarapnya adalah lagu Goyah yang dinyanyikan artis papan atas, Rita Sugiarto. Adapun karya-karya Echal lain yang sudah dibuat antara lain, “Bukalah Mata Hati” oleh Lest Academi dan yang paling anyar adalah single Putri Academi4.
“Musik saya itu merupakan sentuhan etnik yang berkarakter, perpaduan orchestra dan tone masa depan.” Ujar Echal.[Alex AM]











Comment