Fadli Zon Ajak Generasi Muda Jadikan Puisi Sebagai Napas Kebudayaan Bangsa

Budaya13 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., mengajak generasi muda untuk kembali mencintai puisi sebagai bagian penting dari pembangunan karakter, pemajuan kebudayaan, dan penguatan identitas bangsa.

Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 yang berlangsung di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Ahad (26) 7) 2026).

Menurut Fadli Zon, puisi merupakan bentuk ekspresi budaya yang memiliki kekuatan merekam pengalaman manusia, pergulatan zaman, sekaligus menjadi ruang refleksi yang memperkaya kehidupan. Karena itu, keberadaan puisi perlu terus dijaga melalui ekosistem sastra yang sehat dan berkelanjutan.

“Kita berharap Hari Puisi Indonesia semakin mampu menarik minat generasi muda. Indonesia memerlukan penyair-penyair baru yang akan melanjutkan estafet sastra nasional,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjalankan amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional sebagaimana diatur dalam Pasal 32 Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Sastra menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian melalui berbagai program pembinaan, pengembangan talenta, dan promosi di tingkat nasional maupun internasional.

Kementerian Kebudayaan saat ini mengembangkan Manajemen Talenta Nasional pada lima bidang seni, yaitu film, musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan sastra.

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menemukan, membina, serta membuka kesempatan bagi para sastrawan Indonesia untuk tampil di berbagai forum sastra dunia.

Selain itu, pemerintah juga terus memperluas akses masyarakat terhadap kebudayaan melalui program Belajar Bersama Maestro, Seniman Masuk Sekolah, penguatan festival sastra daerah, lomba sastra berbasis digital, hingga pengembangan karya seni melalui media baru (new media art).

Fadli Zon menilai Indonesia memiliki modal budaya yang sangat besar dengan keberagaman suku, bahasa, dan tradisi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Kekayaan tersebut diyakini menjadi sumber lahirnya talenta-talenta sastra yang mampu berbicara di tingkat dunia apabila didukung ruang kreatif dan pembinaan yang berkesinambungan.

Dalam pidatonya, Menteri Kebudayaan juga berbagi pengalaman mengunjungi rumah-rumah para sastrawan dunia, seperti William Shakespeare di Inggris, Fyodor Dostoevsky di Rusia, John Keats, hingga Pablo Neruda di Chile.

Menurutnya, penghormatan terhadap para sastrawan merupakan tradisi yang telah dilakukan banyak bangsa maju sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan intelektual dan kebudayaan mereka.

Menutup sambutannya, Fadli Zon menyampaikan ucapan selamat kepada LK Ara, penerima Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026, seraya berharap penghargaan tersebut menjadi inspirasi bagi lahirnya penyair-penyair baru yang akan memperkaya khazanah sastra Indonesia.

Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali posisi puisi sebagai kekuatan budaya yang mampu mempererat kemanusiaan, merawat bahasa, dan membangun peradaban bangsa.[]

Comment