![]() |
| Fahri Lubis saat deklarasi Garda 212.[Nicholas/radarindonesianews.com] |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – GARDA 212 bertujuan membagun soliditas serta peranserta alumni 212 dalam perjuangan umat Islam melalui jalur konstitusi berlandaskan Pancasila dan UUD’45. Ini dikatakan Fahri Lubis usai jumpa pers yang digelar GARDA 212 di bilangan Kemang. Jakarta Selatan, Sabtu (13/1).
“Semoga dengan terbentuknya GARDA 212 nantinya para pèngurus bisa bersilaturahmi, merangkul elemen2 ormas-ormas baik yang bernafaskan Islam, nasionalis, maupun elemen2 mahasiswa dan semua pihak yg bergabung mendukung AKSI BELA ISLAM 212 . utk tetap solid dan menjaga UKHUWAH ISLAMIYAH guna meĺanjutkan misi perjuangan umat islam,” cetus Ketum Solidaritas Alumni 212 NKRI saat diwawancarai awak media.
“Untuk membuktikan bahwa GARDA 212 ini dibentuk utk kepentingan umat Islam khususnya para Alumni 212 di dalam peran sertanya yang ingiñ mengikuti Pileg juga pada saat Pilpres nanti,” tukasnya.
Bung Fahri menambahkan hikmah positif dari pernyataan La Nyala yang tidak lolos dalam pencalonan sebagai Gubernur Jawa Timur oleh partai GERINDRA, maka para tokoh deklarator ALUMNI 212 segera menyikapi dan mengantisipasi dengan membentuk GARDA 212.
Indikasi tersebut lanjut Fahri Lubis sudah jelas. Selama ini tambahnya, ada grand design sebagai upaya agar umat islam terpecahbelah dan diadu domba dengan adanya kriminalisasi terhadap ulama yang terjadi saat ini, apalagi kedepan ini memasuki tahun politik.
“Disinilah alumni 212 baik ulama dan tokohnya harus sadar, dan mawas diri khususnya didalam memfasilitasi para alumni 212 yg ingin mengikuti Pileg 2019 nanti. Dengan GARDA 212 ini diharapkan menjadi perekat dan merangkul tokoh alumni 212 untuk tetap bersatu guna mèwujudkan kejayaaan Islam di NKRI,” jelasnya.
GARDA 212 merupakan wadahi para alumni 212 yang ingin terjun dalam politik praktis di pilkada dan Pileg 2019 melalui jalur politik GERINDRA – PKS dan PAN. GAŔDA 212 dideklarsikan dengan dinakhodai oleh Ustadz Ansufri Sambo sebagai Ketua Umum dan Ustadz Hasri Harahap sebagai Sekretaris Jenderal.[Nicholas]















Comment