Fantasi Seks Berbalut Ujaran Kelucuan

Opini1394 Views

 

 

Oleh: Nurfitrianti Vivi, Aktivis dakwah

_________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Salah satu ajaran Islam yang diajarkan Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam bukunya an-Nizhaamul Ijtima’ii fil Islam (Sistem Pergaulan dalam Islam) bahwa faktor-faktor yang dapat membangkitkan naluri ada dua macam: (1) fakta yang dapat diindra; (2) pikiran yang dapat mengundang makna-makna (bayangan-bayangan dalam benak).

Salah satunya adalah pada naluri seksual atau melestarikan keturunan (gharizah an-naw’). Naluri ini akan bangkit jika sengaja dibangkitkan melalui fakta yang menggugah birahi atau mendengarkan fantasi-fantasi seksual, dan membaca cerita-cerita/tulisan por*o.

Perlu didudukkan, standar “fakta yang dapat menggugah birahi”, “mendengarkan fantasi-fantasi seksual”, “membaca cerita-cerita/tulisan por*o”, dan “pikiran yang dapat mengundang bayangan-bayangan dalam benak”, itu seperti apa sebenarnya ?

Karena tidak sedikit saya saksikan tulisan-tulisan di status ataupun di kolom-kolom komentar ‘yang katanya’ aktivis dakwah tapi bahasannya itu selalu mengarah pada “pikiran yang dapat mengundang bayangan-bayangan dalam benak”. Buktinya?

Saya pernah menemukan komentar pakai stiker/gambar-gambar (maaf) b*ji kel*min laki-laki yang itu diibaratkan sebagai mainan kemudian ditertawakan rame-rame. Pernah juga ada gambar makanan roti tapi berbentuk bat*ng kel*min laki-laki.

Ada juga membagikan video-video random yang dicomot dari Tiktok yang memperagakan seorang ayah dan ibu hendak berhubungan dengan aurat terbuka lalu tiba-tiba anaknya masuk ke kamar, sehingga mereka tak jadi melakukan alias langsung mengalihkan gerakan, dan dengan bangganya itu hanya dianggap sebagai sebuah lelucon. Belum lagi tulisan status-status yang juga memunculkan pikiran seksual dalam benak, dan masih banyak lagi.

Sekali lagi maaf kalau ini terlalu vulgar, tapi seperti itulah adanya. Nah, apakah itu semua tidak termasuk faktor yang membangkitkan naluri (naw’) sebagaimana yang disebutkan Syaikh Taqi tersebut di atas ?

Saya jadi bertanya-tanya kenapa ya, sebagai aktivis dakwah seharusnya sudah memahami bahwa Islam itu mencegah segala hal yang dapat membangkitkan nafsu seksual dalam kehidupan umum, tapi kenapa justru kita yang memunculkannya (?) Alih-alih lelucon, tanpa sadar justru menjadi faktor yang membangkitkan naluri berbalut candaan.

Kenapa kok kita ikut-ikutan jadi seperti orang sekuler dan kafir Barat yang menjadikan pembahasan seks itu sebagai ujaran kelucuan ?

Hati-hati, jangan sampai kita mengaku aktivis dakwah, pamer kader yang banyak, tapi dicampur dengan kelakuan kita yang tak ubahnya seperti para kapitalis dan komunis Barat yang mereka memang sengaja berusaha menciptakan segala sesuatu yang dapat membangkitkan nafsu seksual di kehidupan umum dengan tujuan untuk memuaskan nafsu itu dan membebaskannya secara total. Terlebih untuk merusak pemikiran kaum Muslimin.

Islam sudah mengajarkan bahwa hubungan pria dan wanita hanya sebatas untuk melestarikan keturunan. Sedangkan kapitalis dan sosialis/komunis itu memandang hubungan pria dan wanita itu bersifat seksual semata.

Makanya tak heran, banyak sekali muncul keanehan-keanehan seksual seperti bocah 8 tahun memperkosa anak TK berkali-kali. Karena sistem yang diterapkan sekarang memang bukan dari sistem Islam.

Apa lagi penyebabnya kalau bukan sistem kapitalis sekuler yang diterapkan saat ini yang terus menerus memunculkan nafsu seksual di kehidupan umum (baik di dunia nyata lebih-lebih di dunia maya), lewat cerita-cerita, tulisan-tulisan, gambar-gambar, game-game, acara-acara televisi dan fantasi-fantasi seks/por*o yang mudah diakses dan dikonsumsi anak-anak kita sekarang melalui gadget.

Maka kehadiran aktivis dakwah jangan sampai malah membantu kafir Barat dan kaum sekuler untuk merusak pikiran generasi Muslimin yang menjadikan konten yang erotis bin vulgar sebagai lucu-lucuan dan katanya pemersatu bangsa.

Eksistensi aktivis dakwah di dunia nyata maupun di sosmed itu seharusnya menyingkirkan dan meminimalisir konten seks berbalut ujaran kelucuan. Hanya Islam dengan pandangan yang benar tentang hubungan pria dan wanita. Allaahu a’lam bishawab.[]

Comment