by

Firda Umayah, S.Pd*: Viral Klaim Obat Corona, Salah Siapa?

-Opini-14 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Warga bumi pertiwi kembali dibikin galau. Lantaran dalam pekan ini, viral klaim obat Corona dari Hadi Pranoto yang mengaku profesor ahli mikrobiologi.

Menanggapi hal itu, Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa jika ramuan herbal tersebut masih dalam tahap penelitian dan belum ada bukti ilmiah tentang keamanan dan efektivitasnya, maka tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat (kompas.com/02/08/2020).

Tak dapat dipungkiri, keberadaan vaksin virus corona memang sangat dinantikan oleh masyarakat dunia, khususnya di Indonesia yang telah memberlakukan kehidupan New Normal. Menjalankan aktivitas diluar rumah dengan penuh resiko membuat masyarakat mencari segala cara untuk mencegah penyebaran virus dan menanganinya.

Banyak usaha masyarakat yang dilakukan selain tetap menjalankan protokol kesehatan. Salah satunya adalah mengkonsumsi herbal atau ramuan tradisional yang dirasa ampuh untuk mencegah dan menyembuhkan pasien positif Covid-19.

Hal ini semakin marak dilakukan mengingat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap sikap dan langkah pemerintah dalam menangani pandemi.

Kalung anti corona yang sempat diumumkan pemerintah membuat kepercayaan ini semakin jauh lantaran tak teruji manfaatnya.

Lambannya penanganan pemerintah terhadap pandemi serta adanya pandangan meremehkan bahaya virus juga menjadi faktor turunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Lantas, kalau sudah seperti ini, apa yang dapat dilakukan?

Fenomena klaim obat Covid-19 hanyalah salah satu gambaran bahwa pemerintah tidak mampu meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah dapat diandalkan untuk menangani pandemi.

Sehingga harus ada upaya maksimal dari pemerintah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan hidup masyarakat.

Pemerintah perlu melakukan koreksi dan revisi terhadap kebijakan yang selama ini diterapkan.

Meskipun pandemi ini masih mendunia, namun pemerintah tidak boleh bersikap pasif dalam menanganinya.

Pemerintah harus berani mengambil sikap untuk merevisi kebijakan yang dirasa membahayakan masyarakat.

Dengan begitu, masyarakat akan dapat mempercayai pemerintah dalam kepengurusan urusan rakyat.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × one =

Rekomendasi Berita