Fitri Mutia: Bencana Bukan Sekedar Fenomena Tanpa Makna

Berita692 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tidak dapat dipungkiri sulit bagi kita untuk menutup mata atas setiap kejadian yang menimpa negeri tercinta ini. Sepanjang tahun 2018 yang baru saja kita lewati ada banyak rentetan bencana yang terus datang silih berganti.
Mengutip dari BBC news ada lebih dari 5 bencana alam besar yang menimpa indonesia, mulai dari longsor di Brebes (22 Februari 2018),gempa bumi, di lombok NTB (29 Juli 2018), Banjir Bandang Mandailing (12 Oktober 2018), gempa, tsunami, likuifansi  di palu dan donggala sulawesi tengah (28 September 2018), tsunami selat sunda (22 Desember 2018). Serta yang masih hangat di telinga adalah longsor sukabumi,jawa barat (31 Desember 2018). Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana penutup tahun 2018.
Sebenarnya Ada apa di balik semua bencana yang terjadi? Memang,  jika kita menilik pada letak geografis wilayah Indonesia, Indonesia terletak pada kawasan cincin api pasifik (Pacific Ring of Fire) yang berarti memiliki potensi bencana alam yang tinggi. Namun, apakah hanya ini yang menjadi landasan utama atas setiap bencana yang terjadi? Tentu tidak, kita masih sangat sering menafikkan hal ini, menafikkan ada sesuatu yang berada di luar alam semesta yang lemah ini, bencana yang ditimpakan kepada kita hari ini adalah akibat ulah tangan kita sendiri, maka dari itu bencana bukan hanya sekedar fenomena tanpa makna, sejatinya bencana adalah sebuah teguran. 
Teguran dari Allah SWT kepada kita manusia yang masih bermaksiat kepada-Nya ,menafikkan keberadaanNya, menolak serta mengolok-ngolok  SyariatNya, serta abai terhadap perintahNYA. Allah SWT berfirman, TQS Ar-Ruum ayat 41”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia,supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
Maksiat melambung dan bencanapun tidak terbendung. Bumi pun sudah enggan bersahabat dengan manusia. Sehingga ia berani menampakkan kebengisannya dengan meluluhlantakkan dirinya untuk menenggelamkan manusia. Atas izin Allah semua ini mudah bagiNya. 
Maka bencana akan terus terjadi jika masih enggan berpegang pada apa yang telah di turunkanNya, sudah saatnya kita kembali, kembali pada syariat sempurna sebagai wujud ketaatan muslim kepada Allah Subhanahu wata’ala.[]
Penulis adalah mahasiswi Universitas Syiah Kuala, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan jurusan sejarah, semester 5

Comment