Gagal Ginjal Akut Karena Obat Sirup, Lemahnya Negara Melindungi Kesehatan Anak?

Opini1012 Views

 

 

Oleh:Ummu Balqis, Ibu Pembelajar

__________

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Fenomena gagal ginjal akut yang sedang terjadi saat ini sangat meresahkan masyarakat, khususnya karena menimpa anak-anak. Bagaimana tidak, setelah ditelusuri ternyata gagal ginjal akut disebabkan oleh obat sirup.

Dilansir kampus.republika.co.id (22/10/2022), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, hingga Jumat (21/10/22) sudah ada 133 kematian akibat gangguan ginjal akut misterius (acute kidney injury atau AKI). Kemenkes pun menghimbau penyetopan segala obat berbentuk cair atau sirup menyusul adanya laporan pasien anak dengan gangguan gagal ginjal akut terdeteksi terpapar tiga zat kimia berbahaya yakni ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).

Telah dicurigai ada industri obat yang dengan sengaja memanfaatkan bahan baku yang berbahaya sebagai komposisi obat sirup. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyebut terdapat dua perusahaan yang bakal ditindak pidana terkait cemaran etilen glikol dalam produk obat cair. Bahan inilah yang diduga memicu ratusan kasus gangguan ginjal akut pada anak di Indonesia. (Health.detik.com, 28/10/2022).

Obat yang harusnya menjadi penawar rasa sakit, justru menjadi racun bagi peminumnya. Berharap sembuh dari satu penyakit dengan konsumsi obat sirup, justru ginjal yang diserang, sehingga menyebabkan kematian. Sungguh fenomena yang sangat memprihatikan.

Negara lemah dalam Melindungi kesehatan Anak

Seharusnya perlu ada upaya pengontrolan yang ketat oleh negara pada perusahaan produksi obat-obatan sehingga tidak akan terjadi kasus seperti ini. Hal ini menunjukkan lemahnya negara dalam melindungi kesehatan anak. Sudah jatuh korban banyak baru bertindak.

Saat ini pemerintah sedang mengusut perusahaan obat yang dicurigai melakukan tindak pidana, apabila terbukti akan diberi sanksi administratif berupa pemusnahan produk dengan menindak pelaku kejahatan tersebut.

Pihak kepolisian harus benar-benar serius menangani kasus ini, polisi harus mengusut tuntas pelakunya. karena kasus ini merupakan tragedi luar biasa. Sungguh sangat jahat industri obat yang melakukan kesengajaan ini, sehingga tidak boleh ada kelonggaran hukum sedikitpun kepada pihak-pihak yang terlibat.

Sanksi yang diberikan harus benar-benar sanksi yang berat, karena akibat ulah perusahaan obat tersebut, menyebabkan kematian anak hingga ratusan orang. Apalagi jika perusahaan tersebut melakukan dengan sengaja.

Pandangan Islam Terhadap Kesehatan Anak

Islam sangat memperhatikan kesehatan masyarakatnya, khususnya kesehatan anak. Agar anak tetap sehat, harus diperhatikan gizinya. Islam akan memberi kemudahan agar gizi anak tetap terpenuhi.

Jika anak sakit, maka disediakan obat-obatan yang halal dan thaib. Bahkan bisa diperoleh secara gratis dan terlindungi dari bahan-bahan yang berbahaya. Karena sebelum obat diedarkan, telah dilakukan pemeriksaan yang sangat ketat.

Setiap perusahaan yang terindikasi melakukan kejahatan dengan sengaja, maka akan diberikan sanksi yang sangat tegas, hal ini mampu membuat jera pelaku kejahatan.

Islam memandang tugas menjaga kesehatan masyarakat adalah tugas negara/pemimpin. Jika pemimpin lemah dan abai dalam menjaga kesehatan masyarakat, maka Allah SWT akan meminta pertanggung-jawaban atas kelalaiannya. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap orang adalah pemimpin dan masing-masing kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. (HR. Shohih Bukhori)”

Walhasil, sudah banyak nyawa rakyat yang melayang akibat kurangnya upaya negara dalam pengawasan obat-obatan. Negara lemah dalam melindungi kesehatan anak. Hanya dengan penerapan islam kaffah, kesehatan anak bisa terjaga. Whallahu’alam.[]

Comment