Gen Z Dinilai Jadi Kunci Rebranding Koperasi Desa Merah Putih

Nasional35 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai menjadi momentum penting untuk mengubah citra koperasi yang selama ini identik dengan organisasi konvensional dan kalangan lanjut usia. Besarnya minat generasi muda dalam proses rekrutmen manajer KDKMP menjadi sinyal kuat bahwa koperasi mulai mendapat tempat di kalangan Generasi Z.

Demikian dikatakan Instruktur KDKMP Kementerian Koperasi dan alumnus In Plant Training, As Khabul Mukminin dalam rilisnya, Selasa (2/6/2926).

Khabul mengatakan rekrutmen manajer KDKMP yang diikuti 639.730 peserta menunjukkan tingginya ketertarikan anak muda terhadap gerakan koperasi modern.

“Selama ini koperasi sering dipersepsikan sebagai komunitas orang tua atau pensiunan. Kini saatnya mengucapkan selamat tinggal pada stigma tersebut. Koperasi harus tampil lebih segar, modern, dan dekat dengan generasi muda,” ujarnya.

Menurut dia, sekitar 95 persen peserta rekrutmen berasal dari kalangan Gen Z dan milenial. Fakta tersebut menunjukkan pemerintah sedang menempatkan generasi muda sebagai motor penggerak utama koperasi desa.

Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan bonus demografi Indonesia yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030, ketika sekitar 60 persen penduduk berada pada usia produktif.

“Kita harus optimistis. Gen Z memiliki kemampuan membaca peluang, cepat beradaptasi dengan perubahan, dan akrab dengan teknologi digital. Karakter inilah yang dibutuhkan koperasi masa depan,” katanya.

Khabul menjelaskan, sekitar 32,9 juta anggota Gen Z tinggal di wilayah perdesaan. Jumlah tersebut menjadi modal sosial yang besar bagi pengembangan KDKMP di berbagai daerah.

Menurut dia, digitalisasi dan inovasi merupakan karakter yang melekat pada generasi muda. Karena itu, koperasi perlu melakukan modernisasi tata kelola tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar seperti gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu.

“Jangan sampai koperasi kehilangan jiwanya. Modernisasi penting, tetapi semangat gotong royong dan kebersamaan harus tetap menjadi fondasi utama,” ujarnya.

Potensi Kapitalisasi Besar

Khabul juga menyoroti tingginya animo peserta rekrutmen yang dinilai dapat menjadi peluang strategis untuk memperkuat basis keanggotaan koperasi.

Ia mengusulkan agar seluruh peserta rekrutmen yang belum lolos seleksi tetap dirangkul melalui platform digital dan diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam gerakan koperasi.

“Jangan melihat mereka sekadar sebagai angka statistik. Mereka adalah aset dan modal sosial yang sangat berharga bagi masa depan koperasi,” katanya.

Menurut perhitungannya, jika seluruh peserta rekrutmen menjadi anggota koperasi dengan simpanan pokok Rp100 ribu, maka potensi kapitalisasi awal dapat mencapai sekitar Rp64 miliar. Nilai tersebut belum termasuk simpanan wajib anggota.

Rebranding Bukan Sekadar Ganti Kemasan

Khabul menegaskan bahwa perubahan citra koperasi tidak boleh berhenti pada pergantian logo, slogan, atau tampilan visual semata.

Ia mencontohkan kreativitas Gen Z dalam dunia kuliner yang mampu menghadirkan berbagai variasi produk dari bahan yang sama melalui inovasi dan strategi pemasaran yang menarik.

“Rebranding bukan sekadar mengganti kulit atau kemasan. Yang paling penting adalah menghadirkan nilai baru, semangat baru, dan pengalaman baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengutip pandangan pakar branding Subiakto Priosoedarsono yang menyatakan bahwa merek pada dasarnya adalah persepsi.

Karena itu, koperasi perlu membangun citra baru yang relevan dengan kebutuhan generasi muda agar mampu mengubah cara pandang mereka terhadap koperasi.

“Citra lama yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman harus ditinggalkan. Koperasi harus hadir sebagai organisasi modern yang profesional, namun tetap berakar pada nilai kebersamaan,” kata Khabul.

Di akhir tulisannya, ia mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam transformasi koperasi nasional.

“Selamat datang Gen Z. Saatnya membuktikan bahwa koperasi bisa tampil dengan semangat korporasi tanpa kehilangan ruh gotong royongnya,” ujarnya.[]

Comment