by

Gerak Dan Yara Aceh Minta Polda Ambil Alih Kasus Rumah Sakit Umum Langsa

Koordinator Aktifis Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani dan
Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin SH di dampingi
Sekretaris Fakhrurazi, SH
RADARINDONESIANEWS.COM, BANDA ACEH – Koordinator Aktifis Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani dan Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin SH di dampingi Sekretaris Fakhrurazi, SH meminta Kapolda Aceh mengambil alih penanganan kasus Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa,  saat ini sedang di tangani penyidik Polres Langsa.

“Ada beberapa kasus yang saat ini ditangani tim penyidik Polres Langsa seperti kasus pengeluaran obat obatan, kasus penjualannya, rekam medik, kasus pelecehan mahasiswa di ruang ICU oleh oknum perawat, kasus pemotongan uang jasa PNS dan para medis,” ujar Koordinator GeRAK Aceh Askhalani Rabu (22/3) di Kantor Yara Banda Aceh.

Lanjut, Askhalani,  informasi yang sudah didapatkan Polres Kota  Langsa yang selama ini sudah memeriksa beberapa oknum yang diduga terlibat dalam beberpa kasus di Rrumah Sakit Umum Langsa harus transparan dan harus diumumkan ke masyarakat. Pengeluaran obat obatan dan rekam medik itu pelanggaran hukum terhadap pelaku apalagi pihak penyidik Polres Langsa sudah memanggil dua orang saksi yang mengangkat dokumen itu ke dalam mobil dan sudah mengakuinya dibayar oleh seseorang yang bekerja di Rumah Sakit Umum Langsa. Sudah cukup bukti dan sudah bisa ditingkatkan penyelidikan lebih lanjut.

Menurut Askhalani, seharusnya Polres Langsa lebih mengutamakan proses hukum terhadap beberapa dugaan penyimpangan di Rumah Sakit Langsa.
 

Seharusnya lanjut Askhalani, Polres Langsa mengutamakan proses kasus RSUD yang sedang ditangani, kita melihat kenapa harus lama sekali menanganinya dan untuk itu kita minta Polda Aceh untuk mengambil alih kasus ini.idak ada alasan lain kita mintak pihak Polda Aceh segera ambil alih kasus Rumah Sakit Umum karena dalam kasus ini banyak pihak yang terlibat.” ujar Safaruddin SH didampingi Sekjen Fakhrurazi.

Lebih lanjut Fachrurrazi mengtakan kita memihat disini ada pihak pihak yang kita duga ingin mengamanankan beberapa kasus ini kita akan pantau kasus yang sudah ditangi oleh penyidik Polres Langsa.

“Yang anehnya kasus pengeluaran abat obatan sudah diperiksa dua orang saksi oleh pihak penyidik sebelumnya saksi An yang pegawai kontrak RSUD Langsa kepada wartawan di Langsa mengatakan ada oknum yang meminta saksi ini untuk berbohong di RSUD Langsa.” ujarnya.

“Kasus ini harus transparan jangan sampai ada skenario lain di Rumah Sakit Umum Langsa.” ujar Fakhrurazi menutup keterangannya. (Raja Paluta).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + one =

Rekomendasi Berita