by

Habib Rizieq: Selama Tak Ada Pembantaian Umat, Tak Ada Angkat Senjata

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Habib Rizieq Syihab menyinggung sejumlah hal dalam Reuni 212 yang digelar secara virtual, Rabu, 2 Desember 2020. Salah satunya terkait jihad.

Imam Besar FPI itu mengatakan, jihad tidak bisa diartikan dengan angkat senjata.

Banyak hal yang menjadi syarat dan kondisi hingga sampai pada jihad yang disebut sebagai angkat senjata.  Nyatanya, Indonesia saat ini tidak terjadi peristiwa pembantaian atau kondisi yang membuat seseorang harus angkat senjata.

Kita ini bukan Darul Jihad, tapi Darul Dakwah. Selama tidak ada pembantaian umat Islam, tidak ada pembunuhan ulama dan kyai, maka kita tidak angkat senjata,” pungkasnya.

Habib Rizieq menuturkan, jihad dalam arti kekerasan boleh dilakukan bila dalam kondisi peperangan atau masa penjajahan. Ia lalu menyebut sejumlah pahlawan yang menyerukan jihad.

“Jihad itu adalah makna terminologi perang, tapi ada syaratnya, ada adatnya. Seperti saat Belanda datang, para ulama kita menyerukan jihad, ada Teuku Umar, Cut Nya Dien, Imam Bonjol dan Diponegoro,” ujar Rizieq.

“Konteksnya mereka melawan penjajah, maka harus berdarah-darah. Nah itu konteks jihad, begitu juga saat awal kemerdekaan, apa yang dilakukan para ulama, Hasyim Asyari dengan resolusi jihad, dan didukung kongres Muhammadiyah maka ini melahirkan gerakan jihad yang luar biasa,” tambah Rizieq.

Sumber: Kumparan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + three =

Rekomendasi Berita