Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan hadir, sampai acara berakhir, keduanya tidak terlihat dalam acara tersebut, dan batal hadir.
Sementara itu, dalam sambutanya Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof. Arif Satria mengatakan bahwa Rahmat Allah bersifat dinamis dan universal. Karenanya silaturahmi, keteguhan iman dan taqwa menjadi instrumen kunci dalam meningkatkan kapasitas syukur kita agar rahmat dan nikmat Allah bertambah pada Bangsa Indonesia, seraya menyitir Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat ke-7: “Wa idz ta’adzdzana robbukum lain syakartum laazidannakum walain kafartum inna adzabi lasyadid.”
Kemudian ia juga mengingatkan bahwa Bangsa Indonesia harus mempunyai mentalitas “Al-Baadi’” merupakan Keagungan Sifat Allah Yang Mahainovatif agar terwujud negeri kesejahteraan paripurna, “Baldatun Toyyibatun Wa Rabbun Ghafur.” (Qs. Saba’ ayat ke-15).
Alunan syahdu dengan lirik lagu penuh hikmah nilai kehidupan yang dibawakan Seniman gaek Ebiet G. Ade mengiringi kehangatan suasana silaturahmi ICMI dengan tembang-tembang yang sudah lekat di hati masyarakat Indonesia. Hadirin-pun serempak meminta beliau kembali membawakan lagu lain yg dirindukan, hingga lagu “Kamelia” menjadi pamungkas penampilan seniman kelahiran Banjarnegara tersebut.
Ketua Dewan Pakar ICMI Prof. Jimly Asshiddiqie dalam sambutannya menekankan pentingnya meningkatkan kualitas demokrasi dengan menegakkan etika politik di tengah kehidupan politik Indonesia dengan dipromosikannya “the rule of ethics,” bukan sekedar “the rule of law” sebagai bagian penting dari pembangunan peradaban Indonesia sebagaimana amanat eksplisit Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
ICMI, lanjut Prof Jimly, mempunyai peran strategis dan tanggung jawab dalam menjaga kohesivitas berbangsa dengan hadir menyuarakan pentingnya menjaga etika politik Indonesia dan tentunya tampil menjadi contoh di tengah masyarakat.
Anggota Dewan Pakar ICMI Prof Rohmin Dahuri turut mencurahkan pikiran-pikiran cemerlangnya tentang potensi umat Islam Indonesia berperan dalam kancah internasional, ia pun memotivasi agar ICMI tampil dalam kampanye global mempromosikan Islam sebagai “the guidance of life.”
Menurut Dr.-Ing. H. Ilham Akbar Habibie, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menjadi salah satu kunci mewujudkan kemandirian pangan dengan keseimbangan Imtaq & Iptek. ICMI dalam kegiatannya ke depan harus mengembangkan kajian-kajian lintas disiplin ilmu. Imtaq & Iptek ini pun kemudian disepakati jajaran pengurus yang hadir menjadi tag line ICMI ke depan.
Acara Halal Bihalal ICMI, selain sebagai wahana silaturahmi juga menjadi media konsolidasi program bersama, serta penguatan dan dukungan program-program keislaman bersama pemerintah.
Berdasarkan data dari panitia telah menyebarkan undangan sebanyak 500 orang tersebut terdiri dari, Presiden dan Wapres saat ini, Presiden dan Wapres Terpilih, Menko PMK, Ekonomi, Marvest, Polhukam, Menteri Pertahanan, Menteri Pariwisata, Menteri Agama, Kapolri, Panglima TNI, Gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jatim, Sulsel, Sumbar, Banten.
“Tentu saja Pengurus Pusat ICMI (MPP, Dewan Pakar, Pertimbangan, Penasehat, Pengawas, Majelis, Batom) dan Pengurus seta Anggota ICMI se Jabodetabek, ada juga Ketua MPR, Ketua DPR dan jajaran pimpinannya, ada juga para Rektor seperti UI, UGM, UICI, ITB, UNP, AL Azhar, para Tokoh Islam: AA Gym, Ust Yusuf Mansyur, Nasaruddin Umar, para pimpinan Ormas Islam seperti MUI, Muhammadiyah, NU, Persis, Kahmi,PB HMI, Partai Politik,” terang Direktur Eksekutif ICMI, Andi Imran.
Turut meramaikan acara, artis nasional seperti Nisa Sabyan dan penyanyi legendaris Ebiet G. Ade yang memberikan nuansa hiburan kepada hadirin di Aula Kementan.
ICMI akan selalu hadir untuk memberikan solusi dan kontribusi terbaik bagi bangsa Indonesia. ICMI yang berlandaskan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan berbasis kecendekiaan akan selalu berperan aktif mendorong kebaikan untuk bangsa dan negara. []














Comment