Halal Bihalal Menko Perekonomian Jadi Ajang Konsolidasi Lintas Sektor

Nasional3 Views

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA — Halal bihalal Idulfitri 1447 Hijriah di rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi lintas sektor di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Acara berlangsung dalam suasana hangat, namun sarat muatan strategis. Sejumlah tokoh dari kalangan pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya Staf Khusus Menko Perekonomian Bidang Pengembangan Industri dan Kawasan, I Gusti Putu Suryawirawan; Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, beserta jajaran; serta Ilham Akbar Habibie.

Hadir pula tokoh nasional Solon Sihombing bersama sejumlah pengurus Wushu Indonesia seperti Rudy Hutagalung dan Ronny.

Selain itu, sejumlah alumni SMA Kolese Kanisius Jakarta yang merupakan rekan seangkatan Airlangga juga turut hadir, di antaranya Singgih Baskoro, Marnala MC Simanjuntak, dan Linardi.

Ketua Umum APTIKNAS dan APKOMINDO, Soegiharto Santoso, hadir didampingi Ketua Komtap Hukum DPP APTIKNAS dan APKOMINDO, Vincent Suriadinata. Dalam kesempatan itu, ia aktif berinteraksi dengan para pemangku kepentingan lintas sektor.

Menurut Soegiharto, halal bihalal kini tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai tradisi seremonial. Ia menilai, forum tersebut telah berkembang menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi dan sinkronisasi kepentingan nasional.

“Halal bihalal hari ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi lintas sektor, konsolidasi kebijakan, serta sinkronisasi kepentingan nasional dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam konteks transformasi digital, Indonesia membutuhkan kolaborasi yang terintegrasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas teknologi.

Sejalan dengan itu, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendukung penyelenggaraan ASOCIO Digital AI Summit 2026 dan ASOCIO Digital AI Award. Kegiatan tersebut akan digelar di Raffles Hotel Jakarta pada 29–31 Juli 2026.

Forum internasional ini diproyeksikan diikuti sekitar 800 delegasi dari 24 negara anggota ASOCIO, yang terdiri atas pelaku industri teknologi, regulator, akademisi, hingga inovator digital.

Sebelumnya, konferensi pers dan peluncuran awal kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada 6 Maret 2026 di Jakarta.

Deputi III Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menyatakan forum tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi digital secara produktif dan bertanggung jawab.

“Indonesia terus mendorong pemanfaatan AI yang inovatif namun tetap bertanggung jawab. Forum ini penting untuk memperkuat kerja sama regional di bidang teknologi,” katanya.

Soegiharto menilai dukungan pemerintah terhadap forum tersebut merupakan bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan daya saing ekonomi digital.

Selain itu, forum ini juga diharapkan mendorong transfer pengetahuan, investasi teknologi, dan penguatan ekosistem inovasi.

Adapun isu yang akan dibahas dalam forum tersebut meliputi perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital lintas sektor, ketahanan siber, serta peluang kolaborasi teknologi di kawasan Asia–Oseania.

Di sisi lain, rangkaian halal bihalal yang digelar di berbagai pusat pemerintahan, termasuk di lingkungan Istana dan kementerian, dinilai menunjukkan pendekatan khas Indonesia dalam menjaga stabilitas nasional melalui budaya dan dialog.

Pendekatan ini dinilai relevan di tengah meningkatnya fragmentasi geopolitik, disrupsi teknologi, serta kompetisi global di sektor ekonomi digital.

Dengan demikian, halal bihalal tidak hanya menjadi perekat sosial, tetapi juga berperan sebagai fondasi strategis dalam menjaga stabilitas politik, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.[]

Comment