Hargai Pahlawan, Camat Magelang Resmikan Jalan Kusuma Bangsa

Berita1137 Views
Mewakili Walikota Magelang, Camat Magelang Tengah Tugono SH meresmikan jalan di kampung Tulung dengan nama Jalan Kusuma Bangsa.[Agung/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM – MAGELANG Peringatan Hari Pahlawan di Kampung Tulung, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Pasalnya peringatan ini dilaksanakan di depan monument Perjuangan Kampung Tulung, Sabtu (10/11).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Camat Magelang Tengah Tugono, S.H dengan peserta dari seluruh instansi di wilayah Magelang Tengah dan masyarakat setempat. seperti Koramil dan Polsek Magelang Tengah, perangkat Kelurahan, Veteran, DHC 45, pelajar SD, SMP, SMA/SMK, dan komunitas pecinta sejarah, serta warga Kampung Tulung.

Dalam upacara dibacakan kisah perjuangan rakyat Magelang dalam peristiwa Palagan Magelang. Peristiwa yang terjadi tanggal 31 Oktober hingga 2 November 1945 itu banyak memakan korban jiwa. Dikisahkan saat itu Kampung Tulung dijadikan dapur umum bagi pejuang Magelang.

Penyampaian berita bohong pihak tentara Inggris yang mengatakan Mayor Jenderal Nakamura ditawan pejuang Magelang, membuat balatentara Jepang Kido Butai melakukan aksi balas dendam. Kido Butai adalah pasukan Jepang yang diperbantukan NICA melawan rakyat Magelang. Saat itu Kampung Tulung digempur secara membabibuta oleh Kido Butai bersama tentara Inggris dan NICA/Ghurka.
Pasukan Jepang menyerang Kampung Tulung, Botton, hingga sepanjang jalan Badaan Lor Desa Potrobangsan (sekarang Jalan Pahlawan). Akibat peristiwa itu tanggal 3 November 1945 ditemukan korban 87 orang termasuk wanita, anak-anak dan murid-murid sekolah. Mereka kemudian dimakamkan di TPU Giriloyo.

Peresmian nama jalan

Untuk mengenang dan menghormati perjuangan rakyat Kampung Tulung, pada kesempatan peringatan Hari Pahlawan tersebut juga diresmikan nama jalan di Kampung Tulung. Mewakili Walikota Magelang, Camat Magelang Tengah Tugono, S.H meresmikan jalan di kampung Tulung dengan nama Jalan Kusuma Bangsa.

“Nama jalan Kusma Bangsa ini, selain untuk menghargai para pejuang di kampung Tulung ini, juga sebagai pengingat bagi kita untuk tidak melupakan sejarah,” kata Tugono.

Dikatakan Tugono, perjuangan para pendahulu belum selesai. Perlu diteruskan dengan membangun masyarakat, membangun daerah masing-masing untuk lebih maju dan sejahtera.

“Para pahlawan akan bangga bila kita sebagai penerus perjuangannya mengisi kemerdekaan dengan berbuat yang terbaik untuk wilayah kita,” ujar Tugono.

Sementara Ketua Komoenitas Pelestari dan Petjinta Bangoenan Toea Magelang (KTM), Bagus Priyana yang juga mengikuti upacara mengatakan terharu dengan kisah yang dibacakan saat upacara. Meski sudah berkali-kali membaca di beberapa literatur sejarah, bahkan mendengar langsung dari pelaku sejarah di Kampung Tulung, kisah nyata itu tetap mengharukan.

“Peristiwa gugurnya pejuang, penduduk, dan anak-anak tak berdosa akibat kekejaman pasukan Jepang, NICA dan Ghurka semoga memperkuat kemauan warga agar pemerintah menetapkan Kampung Tulung sebagai Kampung Cagar Budaya,” harap Bagus Priyana.[Agung S]

Comment