by

Hasbullah Rahmad: Potensi PAD Depok Perlu Didorong Lebih Maksimal

RADARINDONESIANEWS.COM, DEPOK – Miliki letak wilayah yang strategis karena secara geografis Kota Depok berbatasan langsung dengan Banten dan DKI Jakarta. Kini, Depok tumbuh dan berkembang pesat. Karenanya, Depok harus mampu maksimalkan potensi PAD yang dimiliki.

Demikian dikatakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, daerah pemilihan Depok-Bekasi, Hasbullah Rahmad pada acara buka puasa bersama Paguyuban Wartawan Depok (PWD), Jumat,(1/6).

Hasbullah menilai, Kota Depok miliki begitu besar potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menurutnya sejauh ini masih belum tergali secara maksimal. 

“Sejumlah sektor industri dan bisnis harusnya bisa lebih tergali secara maksimal sehingga mampu meningkatkan PAD Depok,” katanya.

Pada sektor bisnis, Hasbullah mengatakan pertumbuhan pusat perbelanjaan modern, hotel dan apartement sebenarnya miliki potensi yang mumpuni karena sektor itu miliki daya serap yang tinggi untuk mampu menekan angka pengangguran di Depok.

Berkembangnya sektor tersebut, lanjut Hasbullah, daya serap tenaga kerja asal Depok harusnya bisa lebih meningkat. Demikian halnya dengan peningkatan retribusi daerah seperti memaksimalkan pemasukan retribusi melalui salah satu unit usaha milik daerah yang bergerak pada distribusi air.

“Dapat dibayangkan berapa besar potensi retribusi yang masuk jika seluruh objek bisnis di Depok sepenuhnya mendapat distribusi air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) secara maksimal. Belum lagi potensi dari sektor perijinan,” terang Hasbullah.

Seperti diketahui, pada rencana Perubahan APBD TA 2017 lalu, diusulkan Pendapatan Daerah sebesar Rp.2.677.834.123.042,00 triliun dari angka pendapatan semula sebesar Rp.2.493.841.067.532,92 triliun. 

Dari usulan  perubahan itu mengalami peningkatan sebesar Rp.183.993.055.510,00 miliar atau 17.30%. Peningkatan pendapatan itu bersumber dari peningkatan pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sebesar Rp.1.078.263.821.180,92 Triliun.  

Pada tahun 2018, capaian PAD Kota Depok ditargetkan sebesar Rp 1 triliun 20 miliar, sedangkan untuk 2019 sebesar 1 triliun 96 miliar. (Ko)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + 1 =

Rekomendasi Berita