“Tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu bagaimana nasib hidupnya di masa depan. Tidak ada pula yang memahami ke mana arah rezeki akan berpihak. Namun, satu hal yang pasti bahwa keyakinan dan ikhtiar sering kali membuka jalan yang tak pernah disangka.”
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Namanya Heru Margono. Meski kedua orang tua bersuku Jawa, pria kelahiran Jakarta tahun 1978 itu memiliki logat Betawi yang begitu kental, renyah, dan akrab di telinga.
Sejak 2015, Heru menjalani hidup sebagai pedagang kecil sekaligus driver ojek online. Kehidupannya sederhana, jauh dari kesan mewah. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan keyakinan besar yang terus ia rawat selama puluhan tahun.
Sekitar 35 tahun silam, saat masih muda dan baru menikah, Heru kerap berkunjung ke rumah pamannya di Kebumen, Jawa Tengah. Rumah itu tidak megah berlebihan, tetapi menghadirkan rasa nyaman dan ketenangan yang sulit dijelaskan.
Dalam diam dan sambil menghisap rokok, Heru sering memandangi rumah tersebut dari luar sambil berkata dalam hati, “Ya Allah kapan saya bisa memiliki rumah seperti ini?”
Keinginan itu perlahan berubah menjadi doa dan keyakinan. Meski hanya bekerja sebagai pedagang kecil dan pengemudi ojek online, Heru percaya bahwa Allah mampu membuka jalan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
(QS. At-Talaq: 2–3).
Ia pun mulai menabung sedikit demi sedikit dari hasil berdagang dan menarik penumpang setiap hari. Tidak besar, tetapi dilakukan dengan istiqamah dan penuh harapan. Suatu hal yang sangat sulit dilakukan dalam kondisi pas pasan.
Waktu terus berjalan.
Tiga tahun lalu, tepatnya sekitar 2023, sang paman yang telah lama bekerja di Bandung ingin membeli rumah dan menetap di Bandung agar lebih dekat dengan tempatnya bekerja.
Untuk itu, sang paman menawarkan rumah miliknya di Kebumen itu kepada Heru. Pamannya memang sudah lama tinggal dan bekerja di Bandung hingga logat bicaranya pun terdengar seperti orang Sunda.
Saat itu, Heru bersama Ani, isteri tercinta – meski tertatih tatih pada akhirnya berhasil mengumpulkan tabungan untuk membeli rumah idaman milik sang paman seluas 215 meter persegi.
Rumah yang dulu hanya menjadi impian dalam benak Heru akhirnya benar-benar menjadi miliknya dengan usha dan doa.
Momen paling mengharukan pun terjadi setelah transaksi selesai. Sang paman langsung memeluk Heru dengan mata berkaca-kaca. Ia tak menyangka keponakannya yang sehari-hari hanya berdagang kecil-kecilan dan menjadi driver ojek online mampu membeli rumah yang dahulu sering dikunjungi itu.
Belajar dari Heru: Keyakinan dan “Kun Fayakun”
Dalam sebuah perbincangan di warung kopi kawasan Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan, Kamis (21)5/2026), Heru mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
“Kalau Allah sudah berkehendak, Kun Fayakun,” ujarnya sumringah.
Dalam ajaran agama, Allah dikenal sebagai Zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah juga sebagaimana prasangka hamba-Nya. Karena itu, cara manusia berpikir, berharap, dan meyakini pertolongan-Nya sering kali menjadi cerminan dari jalan hidup yang dijalani.
Heru adalah contoh sederhana tentang bagaimana mimpi besar tidak selalu lahir dari kehidupan yang besar. Dengan pekerjaan yang serba terbatas, ia tetap memelihara keyakinan bahwa rezeki Allah bisa datang kapan saja dan melalui jalan apa saja.
Setelah menunggu selama 35 tahun, Allah merealisasikan mimpi yang menetap di benak Heru itu menjadi sebuah kenyataan yang sulit diterima akal sehat. Bahkan rumah yang dibelinya itu direnovasi dengan sentuhan artistik dan cumup mewah.
Sukses Berawal dari Sebuah Mimpi
Tokoh pencipta film kartun legendaris Walt Disney pernah berkata: “If you can dream it, you can do it.” “Jika kamu mampu memimpikannya, maka kamu juga mampu mewujudkannya.”
Pesan serupa juga disampaikan Paulo Coelho dalam novelnya yang terkenal, The Alchemist. Novel tersebut mengangkat kisah tentang mimpi, takdir, dan perjalanan menemukan tujuan hidup.
Tokoh utamanya, Santiago, melakukan perjalanan panjang demi mencari harta karun yang diyakininya ada di Mesir. Namun, inti perjalanan itu bukan sekadar menemukan harta, melainkan menemukan keyakinan terhadap dirinya sendiri dan kehendak Allah.
Kalimat paling terkenal dari novel tersebut berbunyi: “When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.”
“Ketika kamu sungguh sungguh menginginkan sesuatu (kebaikan), seluruh alam semesta akan bekerja sama membantumu meraihnya.”
Kisah Heru mungkin sederhana. Tidak viral, tidak pula dipenuhi gemerlap kesuksesan. Namun dari kesederhanaan itulah muncul pelajaran besar bahwa keyakinan, doa, dan usaha kecil yang dilakukan terus-menerus mampu mengubah mimpi menjadi kenyataan.[]













Comment