Hikmah Penting dari Peristiwa Isra’ dan Mi’raj

Opini103 Views

 

 

Penulis : ustdzah Faizul Firdaus, S.Si | Pengasuh MT An Nisa

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Pada bulan Rajab kaum muslimin kembali memperingati salah satu peristiwa bersejarah yaitu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sebuah peristiwa fenomenal yang menurut sebagian ulama tafsir termasuk dari mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini diterangkan Allah SWT di dalamAl Qur’an surat Al Isra’. Di sana Allah menegaskan bahwa Allah memperjalankan Rasulullah SAW dari masjidil haram di mekkaha ke masjidil Aqsa di Palestina kemudian dilanjutkan naik ke sidratul muntaha.

Dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj tersebut, Rasulullah SAW untuk oertama kalinya menerima perintah shalat 5 waktu. Ada hal menarik yang disampaikan oleh para ulama. Bahwa biasanya hukum-hukum syariat turu disampaikan oleh malaikat jibril sebagai penyampai wahyu.

Akan tetatpi berbeda dengan shalat, terkait kewajiban shalat 5 waktu Allah SWT tidak meminta jibril yang menyampaikan, akan tetapi Rasulullah sendiri yang diminta menghadap Allah SWT.

Hal ini mengandung hikmah penting bahwa shalat adalah hal penting di dalam Islam. Bahkan pembeda antara muslim dan kafir adalah shalatnya. Demikianlah harusnya kaum muslim meletakkan shalat sebagai amal yang penting yang seharusnya tidak diremehkan apalagi ditinggalkan.

Peristiwa isra’ dan mi’raj juga mengandung pesan penting lain selain keutamaan sholat. Yaitu pesan persatuan ummat dan kepemimpinan Islam. Kita mengetahui dalam banyak riwayat mutawatir bahwa sesampainya di masjidil Aqsa Rasulullah SAW mengimami sholat para nabi dan rasul yang lain yang berjumlah lebih dari 100.000 orang, yang terdiri dari berbagai jenis etnis manusia.

Para ulama tafsir mengartikan bahwa ada pesan penting yang ingin Allah sampaikan yaitu, sejak peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini maka kepemimpinan ummat manusia di dunia diserahkan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW dan ummatnya.

Demikianlah harusnya pesan ini difahami oleh kaum muslimin hari ini. Bahwa Allah memerintahkan keoada kita untuk menjadikan risalah Islam tang dibawa oleh Rasulullah SAW ini sebagai kepemimpinan di tengah tengah peradaban dunia hari ini.

Kaum muslimin harusnya sadar untuk tidak mencukupkan diri dengan keislaman secara personal. Akan tetapi semua elemen ummat harus mengupayakan agar Islam dengan seluruh hukum Syariatnya dapat ditegakkan di tengah-tengah kehidupan.¿ untuk mewujudkan Rahmatan lil alamiin.

Sebagaimana yang dulu pernah terwujud sejak ditegakkannya negara Islam di madinah oleh Rasulullah hingga negara tersebut diruntuhkan pada tahun 1924. Wallahua’lam bisshowab.[]

Comment