Ini Alasan Bantuan Ke Rohingya Oleh Joko Widodo adalah Pencitraan

Berita1511 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sudah  banyak lembaga kemanusiaan dunia, bergerak mengirim bantuan, dan Kemudian saat ini Joko Widodo juga ikut ikutan ngirim bantuan padahal masalah pembantaian dan pengusiran etnik Rohingya sudah sejak dulu atau yang paling massive dalam tiga (3) tahun terakhir ini. selasa (19/9).
Pengungsi Rohinya yang terdampar ditengah laut karena dibantu nelayan Aceh, bukan oleh Pemerintah indonesia.”Tapi itu tidak diikuti langkah signifikan para pemimpin ASEAN untuk menghentikan pembantaian, pengusiran dan tentu saja penghapusan hak Muslim Myanmar,” kemuka Wakil Ketua Umum Gerindraerutama, Arief Poyuono.
Kematian dan pengusiran massif etnis Rohingya dari Myanmar berjalan bertahun-tahun tanpa terjamah hukum, meskipun terang-benderang dunia menyaksikan betapa banyak eksodus Myanmar lari ke Bangladesh.”Tidak mampu mengatasi pembantaian dan pengusiran Etnik Rohingya oleh pemerintah Myanmar karena memang Mas Joko Widodo sadar kalau negara Indonesia itu memang tidak kuat dan berani melakukan tekanan pada Myanmar misal nya memutus hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Myanmar,” tukas Waketum Gerindra.
“Mau tahu kenapa Wong Indonesia stock  beras Nasional nya bergantung Impor yang salah satunya dari Myanmar. Paadahal Tahun 2017 Kata Joko Widodo kita swasembada pangan ..,Nah ini bukti Kalau kita lemah ?,” celetuk Arief.
“Wong Joko widodo pernah bertemu Dengan Presiden Myanmar di forum ASEAN dan malah, Presiden RI Jokowi menyempatkan melakukan kunjungan  kehormatan kepada Presiden Republik Uni Myanmar U Thein Sein sebelum menghadiri KTT ASEAN ini (Presiden Myanmar saat itu juga sebagai Ketua/Chair ASEAN), memuji Keketuaan Myanmar di ASEAN,” ungkapnya.
“Dan tidak sama sekali menyinggung tentang masalah Etnik Rohingya malah mbahas impor beras dengan harga murah Kali ya ?,” kemukanya.
Kemudian, sambung Arief Poyuono,  mengirim Ke Rohinga juga wajar disebut ‘Pencitraan’.”Karena ngirim bantuan setelah ada tekanan dari Masyarakat je Joko widodo dan Kok baru sekarang mengutus Menlu ketemu pimpinan Myanmar seakan akan ikut aktive mencari solusi Untuk etnik Rohingya,” cetusnya.
“Tapi percaya deh hasilnya pasti nol Gede itu cuma Pencitraan saja .Dan Etnik Rohinga tetap dalam tekanan pengusiran dan pembantaian, Kalau yang membantu Indonesia yang punya posisi Tawar lemah di ASEAN Apalagi bergantung impor beras nya sama Myanmar,” pungkasnya.[Nicholas]

Comment