by

Investasi Provinsi Jawa Barat Tertinggi Di Indonesia 

-Opini-35 views

 

 

 

Oleh : Desi Nurjanah, S.Si*

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Investasi di Provinsi Jawa Barat tembus 120 Triliun dan tertinggi di Indonesia pada tahun 2020 (iNewsJabar.id, 27/1/2021).

Salah satu penyumbang dana investasi adalah Kabupaten Bandung sebanyak 25,6 Triliun dengan pertumbuhan nilai investasi di Kabupaten Bandung yang terus meningkat (Times Indonesia, 27/1/2021).

Investasi merupakan hal menarik terlebih dalam sistem kapitalisme seperti yang digunakan oleh mayoritas negara di dunia termasuk Indonesia.

Pada hakikatnya, nvestasi dalam sistem kapitalisme hanya memberikan peluang dan keuntungan besar bagi pemilik modal, bukan rakyat. Terlebih investasi terbesar Indonesia tidak lepas dari peran asing.

Investasi bisa saja dijadikan sebagai tool penjajahan gaya baru melalui ekonomi baik asing maupun perpanjangan tangan melalui kalangan domestik.

Investasi yang dilakukan oleh suatu negara akan dibayangi oleh ideologi atau sistem yang mereka anut. Misalnya, masyarakat kapitalis akan berinvestasi dengan prinsip kebebasan sehingga akan menghalalkan segala cara agar mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Sekalipun proyek-proyek investasi yang mereka gulirkan ternyata merugikan bahkan mendzalimi pihak lain sebagai penerima investasi.

Jadi, walaupun Jawa Barat menduduki peringkat nomor satu dalam investasi di Indonesia belum tentu masyarakat Jawa Barat sejahtera secara menyeluruh.

Namun sangat berbeda bila investasi yang dilakukan berdasarkan syariat Islam. Investasi menurut sebagian ulama hukumnya adalah wajib dan sebagian lainnya memberi hukum sunah. Karena, tanpa investasi ekonomi mustahil berkembang.

Investasi dalam Islam diperbolehkan dengan catatan tidak melakukan hal yang diharamkan seperti riba, judi, pemberian harga yang tidak wajar, penipuan, penimbunan dan keterlibatan pemerintah dalam menetapkan harga pasar.

Bahkan Islam tidak membutuhkan investasi asing begitupun dengan korporasi pribumi sekalipun. Karena, Sumber Daya Alam (SDA) yang dikelola oleh negara menjadi pendapatan dan akan membuat negara mampu mandiri sehingga tidak membutuhkan investor asing untuk meningkatkan ekonomi dalam negeri.

Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang dilakukan oleh Khalifah Umar Ibnu Abdul Aziz pada masa Bani Umayah yang memimpin selama dua tahun dan tidak menemukan satu orang pun di masanya yang layak mendapatkan zakat. Karena rakyat telah makmur.

Hal ini dilakukan dengan konsep dan sistem yang didasarkan oleh aturan Islam yang mampu mandiri tanpa bayang-bayang investor asing selama lebih dari 13 abad di dunia.[]

*Mahasiswi S2 Gazi University,  Ankara,  Turki

____

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat menyampaikan opini dan pendapat yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Setiap Opini yang ditulis oleh penulis menjadi tanggung jawab penulis dan Radar Indonesia News terbebas dari segala macam bentuk tuntutan.

Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan dalam opini ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawab terhadap tulisan opini tersebut.

Sebagai upaya menegakkan independensi dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Redaksi Radar Indonesia News akan menayangkan hak jawab tersebut secara berimbang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − seven =

Rekomendasi Berita