Ironis, Negara Kaya SDA Masuk Dalam Deretan Negara Termiskin di Dunia?

Opini2585 Views

 

 

Oleh : Cut Intan Sari, Ibu Rumah Tangga

_________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– “Seperti itik mati di lumbung padi”, sebuah kiasan yang tepat untuk menggambarkan kondisi Indonesia saat ini. Bagaimana tidak? Negara yang kaya raya dengan segala hasil bumi yang melimpah, tambang batu bara, emas, gas, dan minyak ini termasuk kedalam daftar 100 negara paling miskin di dunia.

Dikutip dari CNN Indonesia, (30/09/2022), World Population Review, Indonesia masuk dalam urutan ke 73 negara termiskin di dunia dengan pendapatan nasional bruto US$ 3.870 per kapita pada tahun 2020.

Sementara menurut Gfmag.com, Indonesia menjadi negara paling miskin nomor 91 di dunia pada tahun 2022. Hal ini diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestik Produk (GDP) dan Purchasing Power Parity (PPP) atau keseimbangan kemampuan berbelanja.

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS), mengartikan garis kemiskinan sebagai cerminan nilai rupiah minimum yang diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya selama sebulan, baik kebutuhan makanan maupun non makanan.

Garis kemiskinan yang digunakan BPS pada maret 2022 tercatat 505.469 per kapita per bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan (GKM) sebesar Rp 374.455 (74,08 persen) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) sebesar Rp 131.014 ( 25,92 persen).

Namun di antara banyaknya rakyat miskin dan memprihatinkan, tidak ada sedikitpun empati dari segilintir orang orang yang memiliki kehidupan yang lebih layak. Mereka bahkan bisa membeli barang barang mewah dan branded dengan kekayaan yang mereka miliki tanpa harus bersusah payah memikirkan kehidupan esok hari.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, kendaraan mobil range rover baru resmi diluncurkan di Indonesia dengan harga fantastis senilai Rp 5,9 M dengan status off the road dan hanya tersedia 50 unit dalam negeri.

Menurut Direktur Pemasaran PT JLM Auto Indonesia Irvino Edwardly seperti dilansir detikOto (27/9/2022), mobil tersebut berstatus limited dan meskipun harganya mahal tapi stok yang tersedia di tanah air sudah nyaris habis.

Kesenjangan sosial yang terjadi saat ini tampak nyata, di mana rakyat termiskinkan akibat sistem dan pengelolaan SDA yang tidak proporsional. Kemiskinan yang terjadi bukan karena orang orang tidak mempunyai skill atau ketidak beruntungan hidupnya tetapi karena sistem kapitalisme yang berorientasi pada pencapaian materi yang memuaskan diri sendiri.

Kapitalisme menganut azas kebebasan dalam melakukan apapun. Pola konsumsi dalam masyarakat menjadi rusak, sehingga mematikan naluri kemanusiaan di dalam diri manusia ITU sendiri. Kapitalisme mendorong individu serakah terhadap materi.

Kapitalisme memiliki prinsip siapa yang memiliki modal, merekalah yang berhak menjadi penguasa yang sesungguhnya. Dari sini publik bisa menilai sumber daya alam yang seharusnya milik rakyat justru dikuasai oleh korporat pemilik modal. Karena sistem kapitalisme tidak mengatur hukum pembatasan kepemilikan.

Fakta yang terjadi di atas dapat kita simpulkan bahwa yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin terhimpit kemiskinan. Pemerintah atas nama negara dan rakyat sejatinya mengontrol dan mengawasi hal ini agar tetap memiliki keberpihakan terhadap rakyat. Negara tidak boleh memerankan wewenangnya sebatas sebagai regulator. Kekayaan àlam dalam bentuk apapun di negeri ini tidak boleh diberikan dan dinikmati oleh segelintir orang.

Islam memiliki konsep yang jelas dalam mengatur tatanan hidup masyarakatnya dan ekonomi termasuk Sumber Daya Alam (SDA)nya. Negara mengelola Sumber Daya Alam secara mandiri dan membuka lapangan kerja yang luas bagi laki laki yang memiliki kewajiban menanggung nafkah. Mereka dapat bekerja sesuai dengan keahlian masing masing yang dimilikinya.

Untuk para petani, negara memberikan modal, pupuk, dan peralatan pertanian, sehingga terpenuhi kehidupan primernya seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan. Untuk jaminan kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan keamanan ditanggung oleh negara.

Konsep yang diterapkan ini bisa digunakan oleh orang kaya dan miskin secara gratis dan berkualitas. Negara juga mendistribusikan zakat untuk mengentaskan kemiskinan. Semua biaya jaminan ini diambil dari pos baitul mal yang diurus oleh negara.

Islam juga menerapkan pembatasan kepemilikan, ada kepemilikan individu, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara. Secara politis kepemilikan ini menutup celah hegemoni kapital untuk menguasai harta kepemilikan umum.

Dalam Islam tetap ada orang miskin karena itu sudah menjadi takdirnya dari Allah SWT namun dengan ditanggung kebutuhannya oleh negara maka mereka akan tetap bisa hidup layak. Islam juga mengajarkan saling berbagi kepada orang yang membutuhkan.

Harta yang mereka miliki bukan hanya dipergunakan untuk kepentingan pribadi saja tetapi juga membantu kaum muslimin lainnya.[]

Comment