Islam Solusi Tuntas Hadapi Kekeringan

Opini564 Views

 

Oleh : Suci Indah, S.Pd, Ibu Pembelajar

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Indonesia terkenal sebagai negara agraris, yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah. Salah satu kekayaan alam Indonesia adalah dalam sektor pertanian, indonesia memiliki tanah yang subur dan air yang melimpah. Air merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bencana kekeringan yang akan melanda Indonesia pada semester dua tahun ini. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, ancaman kekeringan ini disebabkan dua fenomena. Yaitu El Nino dan Indian Ocean Dipole atau naik turunnya suhu permukaan laut di Samudera Hindia yang makin menguat.

Menurut Dwikirita seperri ditukis KBR (6/6/2023), dapat berdampak pada makin berkurangnya curah hujan di sebagian wilayah Indonesia selama periode musim kemarau ini ya. Bahkan sebagian wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami curah hujan dengan kategori di bawah normal, atau lebih kering dari kondisi normalnya.

Dampak yang paling terlihat dalam sektor pertanian adalah bergesernya awal musim kemarau yang menyebabkan berubahnya pola tanam karena adanya kekeringan. Kekeringan yang terjadi di Indonesia merupakan persoalan dengan dampak cukup signifikan terutama dalam bidang pertanian dan kegiatan pangan yang banyak mengalami kerugian.

Kekeringan yang terjadi tentu tidak mungkin terlepas dari campur tangan manusia. Fakta menunjukkan bahwa di negeri ini masih begitu banyak penebangan pohon secara liar serta pembakaran hutan secara sengaja. Belum lagi pembangunan pabrik-pabrik di sejumlah daerah, yang membuang limbah sembarangan dan menyebabkan rusaknya ekosistem alam dan sulitnya mencari sumber air bersih akibat ketamakan manusia.

Pemerintah hanya bisa memberikan solusi yang bersifat sementara dan tidak berjangka panjang. Hal ini membuat masyarakat semakin terpuruk sebab akibat kapitalisme liberal dan sekuker yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga manusia membuat aturannya sendiri, dan tidak memikirkan dampak buruk yang terjadi di kemudian hari.

Kekeringan yang terjadi saat ini bisa saja merupakan, teguran, peringatan, atau bahkan adzab Allah SWT agar kita mengintrospeksi diri apakah selama ini kita melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, atau kita berdiam diri terhadap perbuatan kemaksiatan yang terjadi di hadapan kita. Seperti firman Allah SWT:

“ Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” [Q.s. al-A’raf: 96].

Bencana yang datang silih berganti  karena negeri ini tidak menggunakan hukum Allah dan lebih memilih menerapkan hukum-hukum  kapitalisme liberal. Karenanya, negeri ini selalu dihadapkan dengan masalah tanpa ada solusinya.

Hanya dengan Islam permasalahan kekeringan dapat diatasi. Pemimpin dalam Islam sebagai perisai dan pelindung umat, akan memimpin seluruh rakyatnya untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT dengan mendekatkan diri kepadaNya, meninggalkan kemaksiatan dan menutup tempat-tempat berbuatnya maksiat, baik melalui shalat istisqa’, anjuran untuk berdoa dan mendoakan di hari, waktu dan tempat yang mustajab agar Allah menurunkan hujan untuk kemaslahatan umat.

Hanya dengan menerapkan hukum Allah kita dapat mengembalikan negara ini pada keberkahan yang akan dilimpahkan dari langit dan bumi. Maka tiada hal selain kembali pada syariah Allah, pemimpinnya menerapkan hukum-hukum Allah seperti yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW.

Dengan pemimpin yang amanah, jujur, bertanggung jawab dan takut kepada Allah, negara akan kembali pada masa kejayaannya – masa gemilang yang telah dijanjikan untuk umat islam di dunia.[]

Comment