Israel Gagalkan Misi Kapal Kemanusiaan ke Gaza, Aktivis Global Ditangkap

Internasional443 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, TEL AVIV — Israel kembali menggagalkan upaya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. Armada Global Sumud Flotilla yang terdiri atas puluhan kapal dicegat di perairan internasional pada Rabu (1/10/2025) malam waktu setempat.

Kapal Alma, yang menjadi armada komando flotilla, lebih dulu dihentikan setelah dikepung kapal-kapal Angkatan Laut Israel. Dalam rekaman CCTV yang dipasang relawan, terlihat pasukan bersenjata lengkap menaiki kapal dan mengumpulkan para aktivis.

Upaya sejumlah kapal lain untuk menghindar juga dihadang. Aktivis disorot lampu sorot dan disemprot meriam air sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan. Thiago Avila, aktivis asal Brasil, melalui akun Instagram pribadinya menyebut Kapal Alma telah “diserang dan diduduki” pasukan Israel.

“Kapalkapal dicegat secara ilegal. Beri tahu pihak berwenang dan sebarkan berita ini sebanyak mungkin,” kata Avila dalam unggahan videonya.

Beberapa aktivis asal Malaysia juga mengonfirmasi penangkapan mereka lewat media sosial. Salah satunya, Muza Nuwayri Kamaruzaman, meminta intervensi langsung dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

“Misi kemanusiaan kami aman, tanpa kekerasan, dan sesuai hukum internasional. Saya merayu kepada Kerajaan Malaysia untuk menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat,” ujarnya.

Aktivis dari Turki dan negara lain turut menyampaikan hal serupa. Seluruh aksi aparat Israel itu terekam dalam sejumlah video yang disiarkan langsung maupun didokumentasikan tim kemanusiaan.

Ketua Global Indonesia Peace Convoy, Muhammad Husein, yang berada di kapal pemantau, menyatakan pihaknya akan membawa bukti-bukti pelanggaran Israel tersebut ke pengadilan internasional.

Flotilla ini diikuti perwakilan dari 45 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Italia, dan Swedia. Sebanyak 53 kapal yang mengangkut ratusan relawan serta bantuan kemanusiaan berangkat dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, awal September 2025.

Insiden ini bukan yang pertama. Israel sebelumnya juga berulang kali menggagalkan misi serupa, memaksa kapal pembawa bantuan kemanusiaan berhenti di tengah lautan.[]

Berita Terkait

Baca Juga

Comment