Jakarta Mulai Dipadati Peserta Muktamar XXIII Al Washliyah

Nasional27 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tiga hari menjelang pembukaan Muktamar XXIII Al Washliyah, peserta dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Jakarta. Delegasi berasal dari 38 provinsi di Indonesia serta sejumlah perwakilan luar negeri.

Kontingen dari Malaysia, yang dijadwalkan tampil memeriahkan pembukaan muktamar dengan pertunjukan musik gambus, telah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sementara itu, delegasi dari Amerika Serikat datang lebih awal.

Sebagian peserta menginap di hotel dan sebagian lainnya di Kantor Pengurus Besar (PB) Al Washliyah di Jalan Ahmad Yani, Jakarta Pusat. Seluruh peserta dijadwalkan berkumpul di Asrama Haji Pondok Gede pada 7 Juli 2026, sebelum rangkaian muktamar berlangsung hingga 10 Juli 2026.

Berdasarkan pantauan di Kantor PB Al Washliyah, Sabtu (4/7), rombongan peserta dan penggembira dari Aceh serta Sumatera Utara sedang menempuh perjalanan darat menggunakan bus. Konvoi mereka dilaporkan telah memasuki wilayah Sumatera Selatan.

Sementara itu, delegasi dari Sulawesi Tenggara telah tiba di Jakarta. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua PW Al Washliyah Sulawesi Tenggara, Arulan Bao Rahmani.

“Kami dari Sulawesi Tenggara datang tidak bersamaan, tetapi secara bergelombang. Ada yang menggunakan pesawat dan ada pula yang menempuh perjalanan dengan kapal laut. Saya datang lebih awal karena memiliki agenda lain di Jakarta,” ujar Arulan.

Arulan mengatakan Sulawesi Tenggara akan mengirimkan delegasi secara penuh, terdiri atas pengurus wilayah maupun pengurus daerah dari kabupaten dan kota.

“Semua sangat antusias menghadiri muktamar sesuai kuota yang diberikan panitia. Jumlah pasti peserta akan diketahui setelah seluruh rombongan tiba di Jakarta,” katanya.

Menurut Arulan, perkembangan Al Washliyah di Sulawesi Tenggara dalam beberapa tahun terakhir berlangsung cukup pesat. Kepengurusan organisasi, kata dia, kini telah terbentuk di hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Ketua Umum PB Al Washliyah, KH Masyhuril Khamis. Menurutnya, kepemimpinan Masyhuril berhasil memperkuat organisasi dan meningkatkan peran Al Washliyah di tingkat nasional.

Arulan berharap siapa pun yang terpilih sebagai Ketua Umum dalam Muktamar XXIII nantinya dapat berkunjung ke Kendari untuk meletakkan batu pertama pembangunan Islamic Center yang akan dibangun di atas lahan wakaf milik Al Washliyah.

“Dengan izin Allah, kami berharap Ketua Umum yang terpilih nanti dapat hadir di Kendari untuk memulai pembangunan Islamic Center yang telah kami siapkan,” ujarnya.

Selain agenda organisasi, Arulan mengaku akan mengusulkan pembahasan mengenai pengelolaan sektor pertambangan oleh organisasi keagamaan.

Menurut dia, kebijakan pemerintah yang memberikan kesempatan kepada ormas keagamaan mengelola wilayah pertambangan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi.

“Al Washliyah memiliki sumber daya manusia yang mampu mengelola sektor ini secara profesional. Paradigma yang kami tawarkan adalah pertambangan yang tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Jadi, orientasinya bukan semata keuntungan, melainkan keberlanjutan,” kata Arulan.[]

Comment