by

Karena Program Budaya Baca, SD ini Juara Utama Lomba Literasi Sekota Makassar

Alphian Sahruddin, guru SDN Kompleks IKIP I Makassar sedang berfoto dengan para juara lomba.[Mustajib/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, MAKASSAR – Dua sekolah Binaan
USAID PRIORITAS menjadi Juara utama Lomba Literasi tingkat SD/MI se Kota
Makassar yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Sulsel yang Bertajuk
“Jelajahi Duniamu Dengan Berliterasi”. 


Juara I diperoleh SD Inpres Gunung Sari 1 atas
nama  Aura Nazahiah Putri Erin, siswa Kelas VI A.   Juara 2 dari SD
Negeri Kompleks IKIP I Makassar atas nama Syafila Firdha Nafeesa kelas V
B. Mereka menyingkirkan 150 Peserta yang menjadi
utusan 75 sekolah Negeri/Inpres/Swasta di kota Makassar ( 28 Sept.
2016). 


Dalam lomba tersebut, para peserta diminta untuk
merangkai cerita anak dari empat buah gambar acak. Kesesuaian cerita
dengan gambar, imajinasi dan keteraturan bahasa menjadi kriteria utama
penilaian. Para juara mendapatkan sertifikat dan
uang pembinaan. 


Keberhasilan menjadi juara bagi kedua sekolah itu,
menurut Alphian Sahruddin, guru kelas V B SDN Kompleks IKIP I Makassar
dan guru pembimbing Syafila, tak lepas dari program budaya baca yang
konsisten diterapkan di sekolah tersebut. “Semenjak
dikenalkan USAID PRIORITAS, kami menginisasi program kebiasaan membaca
dan menceritakan hasil bacaan selama kurang lebih 30 menit sebelum
pelajaran dimulai. Setiap pagi dua sampai tiga anak maju ke depan untuk
menceritakan hasil bacaannya,” ujar Alphian.


Tiap sabtu di sekolah tersebut juga ada alokasi khusus dua jam untuk pengembangan bakat literasi. 


Hal yang sama dikemukakan ibu Rosmala, guru kelas
Aura Nazahiah Putri, siswa yang dapat juara satu. “Program budaya baca
yang hampir sama juga konsisten diterapkan di sekolah kami.  Dengan
program tersebut, siswa-siswi sekarang menjadi
lebih pandai berkomunikasi, kaya imajinasi, mudah menyusun kata dan
bernalar,” ujar Rosmala.

Gerakan literasi banyak dilakukan oleh
sekolah-sekolah binaan USAID PRIORITAS. Hal ini dilakukan setidaknya
untuk ikut mengurangi minimnya minat baca penduduk Indonesia. Menurut
penelitian Central Connecticut University tahun 2016, Indonesia
berada di urutan 60 dari 61 negara yang disurvei tingkat literasinya.
Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa semakin rendah literasi suatu
negara, semakin warganya tidak toleran, suka kekerasan, dan suka
melanggar HAM.[Mustajib]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − one =

Rekomendasi Berita