Kasus Narkoba Semakin Marak

Opini1350 Views

 

Oleh: Sri Andini, S.Ag, Guru, Ketua MT Annahdah

___________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA–  Fakta Rusaknya Generasi Muda: 114 Orang di Bontang Ditangkap karena Narkoba

114 tersangka berasal dari 85 kasus yang berhasil diungkap kepolisian. Adapun barang bukti yang disita sebanyak 432,53 gram sabu, 5.528 double L, dan 422 butir DMP. “Kasus tahun ini meningkat,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya.

Sebelumnya pada 2021, sebanyak 60 kasus diungkap dengan jumlah tersangka sebanyak 71 orang. Sementara barang bukti yang disita jauh lebih banyak yakni 1.329,99 gram sabu dan 235,400 gram ganja.

“Kita konsen terhadap pengungkapan narkoba, jika ada mengetahui informasi silakan melapor, jangan takut, kita sama-sama berantas peredaran narkoba,” katanya. (https://bontangpost.id/114-orang-di-bontang-ditangkap-karena-narkoba)

Membaca berita di atas membuat kita merinding kian marak kasus-kasus narkoba yang terjadi dalam lingkungan kehidupan kita bukan hanya dilakukan oleh masyarakat kecil tapi juga dari kalangan menengah ke atas, tidak terkecuali di kalangan artis, aparat keamanan dan pemerintahan banyak fakta yang kita dapati dari berita di televisi maupun media sosial elektronik yang memberitakan kasus-kasus narkoba. Sungguh sangat menyedihkan generasi harapan bangsa hancur karena terjerumus narkoba.

Sistem yang Rusak Membuat Peluang Tumbuh Suburnya Pemakai dan Pengedar Narkoba

Sistem rusak akibat penerapan sekuler-liberal, membuat kasus Narkoba semakin marak. Karena sistem sekuler-liberal memberikan peluang kebebasan yang seluas – luasnya kepada warga negaranya untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kemauannya masing-masing.

Mengapa demikian? Karena penerapan Hak Asasi Manusia (HAM) membolehkan setiap individu berhak untuk melakukan sesuatu tanpa mengenal batas norma-norma agama, apakah perbuatan itu melanggar aturan agama atau tidak, semua dilakukan atas dasar kebebasan yang orang lain tidak boleh menghalang.

Tolok ukur nilai baik dan buruk berdasarkan tolak ukur penilaian manusia. Jika seseorang memakai narkoba sedangkan dia tidak menganggu orang lain atau tidak merugikan orang lain seperti yang dipakai oleh kalangan publik figur dengan alasan untuk menambah stamina mereka dalam bekerja, ini dianggap perbuatan yang bisa ditolerir dan bahkan perbuatan itu akan dijadikan contoh oleh masyarakat awam.

Padahal narkoba sangatlah berbahaya baik bagi diri kita sebagai manusia yang telah diciptakan Allah sebagai Makhluk yang paling sempurn, sebab manusia diciptakan Allah dengan disertai akal untuk berpikir.

Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk Allah yang lain, tapi justru manusialah yang menjadikan dirinya sendiri, sebagai makhluk yang paling hina lebih hina daripada hewan, sebagaimana dalam Al QS. Al-A’raf Ayat 179:

“Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah)
dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat- ayat Allah).Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”

Dengan narkoba bukan hanya merusak diri sendiri tapi juga merusak tatanan kehidupan, sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah Swt dalam TQS. Ar-Ruum ayat 41:
“Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan karena (perbuatan tangan) manusia, (supaya) Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar (TQS. Ar-Rûm [30]: 41).

Pengrusakan Generasi Muda dengan Pelegalan Narkoba Akibat Ekonomi Kapitalis

Maraknya narkoba sudah jelas karena sistem kehidupan yang sudah rusak. Para pemakai, pengedar tidak diberikan hukuman yang membuat efek jera bagi mereka, walaupun mereka ditangkap dan dipenjarakan tidak menjamin setelah mereka keluar, tidak akan mengulangi perbuatan mereka, justru semakin parah, bahkan dipengadilan hukuman mereka juga dapat diperjualbelikan dan di penjara mereka masih bisa menikmati barang haram tersebut.

Kemudian setelah mereka keluar dari penjara, mereka masih bergaul dilingkungan para pemakai dan pengedar hingga otomatis mereka akan kembali terjerumus, karena lingkaran pemakai, pengedar bagaikan lingkaran setan yang terus mencari perangkap-perangkap agar orang-orang ikut keperangkap mereka dan susah untuk melepaskan diri.

Ditambah lagi para pengusaha dalam sistem yang bersifat kapitalistik ini, berdasarkan asas manfaat, menerapkan dalam ekonominya bahwa selama suatu barang atau produk diinginkan oleh konsumen, maka mereka akan terus memproduksi barang dagangannya walaupun itu sifatnya merusak otak atau kesehatan para konsumennya.

Bahkan untuk memudahkan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda, mereka menggunakan para agen sistem mereka untuk beredar semakin luas produknya melalui pelegalan secara sistemik.

Dampaknya, mereka tidak akan menghhentikan produksi narkoba atau sejenisnya selama mendatangkan keuntungan besar. Itulah sistem kapitalisme, yang ekonominya menerapkan ekonomi kapitalis, dan asasnya adalah sekulerisme. Sistem yang rusak inilah yang sudah menancap dan sedang diterapkan di negeri-negeri kaum muslimin.

Kalau lingkaran setan itu tidak dihilangkan sampai keakarnya, maka generasi muda kita yang akan hidup dimasa mendatang dan memimpin umat, akan rusak binasa. Karena lingkaran setan terstruktur yang seharus kita pangkas dari atasnya sampai ke bawah harus dilakukan secara kontinue dan sinergi antara semua lapisan yaitu individu, masyarakat dan negara. Kerusakan moral generasi akan susah diberantas yang berdampak pada jauhnya mereka dari profil pemuda Islam hakiki.

Islam Solusi Dalam Memperbaiki Kerusakan Pemuda

Rata-rata pemakai narkoba itu dilakukan oleh kalangan pemuda, bagaimana suatu bangsa itu akan maju dan besar kalau para pemuda asyik terjerumus narkoba, bagaimana bisa membangun bangsanya kalau mereka sibuk mabuk dengan narkoba, justru mereka lah nanti yang menjadi penghancur bangsanya.

Oleh karena itu Islam sangat perhatian kepada para pemuda karena para pemuda lah yang memegang peranan penting dalam peradaban bangsa, yang memegang tongkat estafet perjuangan , majunya suatu bangsa kalau dipegang oleh pemuda-pemuda yang beriman, tangguh dan kuat bukan pemuda yang tidak beriman, loyo, dan malas, sudah saatnya kita mengambil peran penting selamatkan pemuda, dengan membekali mereka dengan nilai- nilai ketauhidan, keimanan, ilmu dan kepribadian Islam.

Profil pemuda dalam Islam yakni :
Pertama, memahamkan bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Berani menyuarakan amar ma’ruf nahi munkar demi menyelamatkan generasi warasatul anbiya.

Kedua, mendakwahkan Islam kaffah.

Di antara gambaran diri seorang pemuda adalah fisik prima, tenaga kuat, semangat membara, serta daya pikir luas.

Pada intinya, mereka semua tengah tertimpa krisis jati diri. Mereka terombang-ambing dan ikut arus begitu saja tanpa mampu melepaskan diri. Krisis jati diri tersebut sejatinya akibat semesta kehidupan yang serba bebas dan serba boleh yang menjadikan kehidupan kehilangan pegangan dan standar hakiki.

Pada saat yang sama, mereka disebut produktif, tetapi atas standar duniawi. Mereka disebut tangguh, tetapi sebenarnya jadi buruh. Sungguh, mereka adalah korban kezaliman sistem kehidupan penghamba harta, yakni kapitalisme.

Jelas hal ini tidak bisa ditawar lagi. Pemuda muslim butuh perubahan jati diri detik ini juga. Produktivitas dan ketangguhannya tidak akan sia-sia jika digunakan untuk perjuangan membela agama Allah. Tidak pelak, visi besar penggemblengan mereka sebagai bibit generasi unggul pun hanya bisa berdasarkan aturan Allah.

Allah Taala berfirman, “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, ‘Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.’.” (QS Al-Kahfi [18]: 13—14).

Allah juga telah menjamin standar kesuksesan generasi muslim dalam QS Ali Imran: 110

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran: 110).

Tidak terbantah lagi, profil generasi muda muslim yang produktif dan tangguh adalah mereka yang menghendaki menjadi terbaik menurut standar Allah, yakni terikat dengan aturan Islam.

Para pemuda itu adalah orang-orang yang berkepribadian Islam (memiliki pola pikir dan sikap Islam). Denyut nadi kehidupan mereka tercurah sepenuhnya untuk membela Islam. Keseharian mereka kental dengan aktivitas dakwah. Mereka berdaya juang, beretos kerja prima, pemberani, berkarakter pemimpin, serta mampu mencapai ikhtiar terbaik dan tawakal tertinggi demi kemuliaan Islam dan kaum muslim.

Tentu saja, untuk menjadikan pemuda muslim produktif, tangguh, bahkan mampu meraih gelar umat terbaik itu, tidak cukup dengan upaya individu ataupun keluarga. Harus ada lingkungan masyarakat yang sehat dan negara yang tidak disetir oleh kezaliman dan kepentingan para kapitalis melalui ideologi sekulernya. Wallahu ‘alam bishshowwab.[]

Comment