Kekejian dan Kebiadaban Zionis di Depan Mata, Dunia Tak Sanggup Berbuat Apa apa

Opini770 Views

 

 

Penulis : Herliana Tri M | Pegiat literasi

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dunia internasional mengecam rencana Israel untuk memperluas serangan ke Gaza. Menteri Keuangan sayap kanan menyerukan agar wilayah Palestina itu “dihancurkan”.

Menteri Inggris Urusan Timur Tengah, Hamish Falconer, mengatakan pemerintahnya menentang perluasan operasi Israel. Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengatakan Paris “sangat keras” mengutuk serangan yang direncanakan Israel, yang telah melanggar hukum humaniter.

PBB pun telah berulang kali memperingatkan tentang bencana kemanusiaan dengan kelaparan usai dua bulan Israel memblokade bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

Juru Bicara PBB, Farhan Haq, mengatakan Sekjen PBB, Antonio Guterres, khawatir dengan rencana terbaru Israel. Sekjen PBB “khawatir” rencana Israel “pasti” akan menyebabkan lebih banyak warga sipil terbunuh dan kehancuran Gaza lebih lanjut.

Perwakilan Prancis di UE, Manon Aubry, melontarkan kritik tajam terhadap tindakan Israel di Gaza. Aubry menuduh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, ingin mengusir seluruh warga Palestina dari Jalur Gaza dengan membuat mereka kelaparan.

Aubry menyoroti penghentian total bantuan kemanusiaan selama dua bulan terakhir bukan sebuah kebetulan, melainkan sebagai bagian dari upaya terencana untuk menciptakan kelaparan massal.

Apa yang terjadi di Gaza hingga detik ini telah memicu berbagai gelombang protes dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh dunia. Genosida yang terus berjalan tanpa ada pihak mana pun yang berhasil menghentikan kekejian Israel.

Hancurnya semua fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, baik tempat tinggal, rumah sakit, menipisnya cadangan makanan dan minuman karena blokade Israel, menghiasi rentetan peristiwa akibat pendudukan tak berkesudahan oleh Zionis.

Gelombang aksi dan protes yang dilakukan masyarakat, baik turun ke jalan maupun diskusi dan konferensi di seluruh dunia, menunjukkan keberpihakan masyarakat internasional atas pelanggaran Hak Asasi Manusia terberat dalam beberapa dekade akhir ini. Begitu nyatanya kekejian di depan mata, dunia tak sanggup memberikan bantuan secara memadai.

Jangankan untuk mengusir Israel, menghentikan genosida pun dunia tak sanggup melakukannya. Pintu perbatasan dengan dunia luar ditutup aksesnya (Rafah), bantuan medis berupa obat-obatan dan bahan makanan minim sekali bisa masuk ke Gaza Palestina, serta bom yang dijatuhkan dari waktu ke waktu menjadi bukti bisu diamnya dan tak berdayanya dunia menghadapi Israel.

Lemahnya negara-negara bangsa membuat umat Islam membutuhkan kekuatan baru untuk menyelesaikan konflik dalam negerinya dan menembus batas dinding nasionalisme negara bangsa. Kekuatan yang bisa mengomando satu suara kekuatan besar dunia saat ini.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa pemerintahannya tidak akan pernah menyerah untuk meraih kemenangan dalam perang.

“Kami bertekad untuk membebaskan para tawanan dan kami tidak akan membiarkan berdirinya Khilafah Islam (kekhalifahan) mana pun, baik di utara maupun di selatan, atau di tempat lain mana pun.”

Ungkapan pemimpin Israel ini mencuri perhatian dunia. Saat semua mata mengarahkan pandangan pada kekejiannya terhadap Palestina, pernyataan tentang Khilafah ia lontarkan. Apakah artinya kekuatan ini yang bisa melawan Israel? Kekuatan besar yang bisa menyatukan seluruh potensi umat Islam di dunia?

Sudah waktunya umat Islam mencermati ungkapan ini sebagai kekuatan besar yang belum disadari oleh umat Rasulullah ini. Tegaknya pemerintahan islam  global yang mampu mengerahkan kekuatan umat dengan seruan jihad menjadi solusi nyata untuk membebaskan Al-Aqsa dari kungkungan Zionis.

Bahkan, fakta sejarah menjadi bukti bahwa keberadaan pemerintahan islam global menghantarkan kesejahteraan dan mengeluarkan dari keterpurukan peradaban di zamannya.

Apalagi secara tinjauan syariat, pemerintahan islam global merupakan bagian dari ajaran Islam yang ditegakkan oleh Rasulullah, dilanjutkan Khulafaur Rasyidin, dan berlanjut sampai belasan abad lamanya.

Wujud nyata peradaban panjang yang membentang dalam jangkauan luas menguasai sekitar 3/4 dunia. Inilah solusi nyata bagi Gaza, Palestina, serta umat dunia. Harapan dunia baru dalam tatanan Islam yang menjadi mimpi buruk dari Israel dan kezaliman di seluruh dunia.[]

Comment