RADARINDONESIANEWS.COM, NEW YORK – Kemenangan Zohran Kwame Mamdani sebagai Wali Kota New York disebut bukan hanya kemenangan politik, melainkan kemenangan moral dan sosial yang mengubah wajah kota multikultural itu.
Hal ini disampaikan oleh Dr. Shamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D, Direktur Jamaica Muslim Center sekaligus Presiden Nusantara Foundation di New York, dalam pernyataannya menanggapi hasil pemilihan wali kota tersebut.
Menurut Shamsi Ali, kemenangan Mamdani merupakan hasil panjang perjuangan komunitas Muslim Amerika yang selama dua dekade terakhir berjuang menghapus stigma dan diskriminasi pasca peristiwa 11 September 2001.
“Selama bertahun-tahun, komunitas Muslim di New York harus menanggung beban kecurigaan dan prasangka. Mereka menghadapi pengawasan, pelabelan, dan ketakutan sosial hanya karena keyakinan mereka,” ujar Shamsi Ali, Rabu (5/11).
Namun, ia menegaskan, sejarah tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan dibentuk melalui proses yang disengaja. Terpilihnya Zohran Mamdani, kata Shamsi, merupakan buah dari mobilisasi panjang komunitas Muslim dalam memperjuangkan martabat dan narasi mereka di ruang publik.
“Kemenangan ini bukan sekadar politik, tapi juga kemenangan sosial, budaya, moral, dan kemanusiaan,” tambahnya.
Zohran Mamdani, lanjut Shamsi Ali, tampil sebagai figur pemimpin yang otentik dan berani. Ia tidak menyembunyikan identitas Muslimnya demi mendapatkan penerimaan publik.
“Dia tidak pernah mengecilkan kata Muslim. Dia berdiri dengan bangga di atas nilai-nilai moral Islam tentang keadilan, kasih sayang, dan kemuliaan manusia,” tegas Shamsi.
Keberanian Mamdani menyuarakan isu-isu kemanusiaan global, termasuk penderitaan rakyat Palestina di Gaza, menurut Shamsi, menjadi bukti keteguhan moral dan integritas seorang pemimpin sejati.
“Dia sadar bahwa berbicara tentang Gaza membawa risiko politik. Tapi dia tetap teguh. Itu adalah bentuk keberanian dan kepemimpinan sejati,” katanya.
Dr. Shamsi Ali menilai kemenangan Mamdani membawa pesan kuat bagi generasi muda Muslim di Amerika: bahwa identitas dan keyakinan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.
“Pesan kemenangan ini transformasional. Ia menyampaikan kepada anak-anak muda Muslim bahwa mereka tidak perlu menyembunyikan jati diri untuk diakui dan dihargai,” ucapnya.
Menurutnya, pemilihan Mamdani menunjukkan bahwa masyarakat New York kini memilih harapan dibanding ketakutan. Kota yang dulu melabeli Muslim dengan kecurigaan, kini justru mempercayakan kepemimpinan kepada seorang Muslim.
“Ini bukan sekadar tonggak politik, tapi penulisan ulang narasi tentang komunitas Islam. Sebuah bukti bahwa perjuangan, seberat apapun, pada akhirnya akan berbuah manis,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Shamsi Ali menyebut kemenangan Zohran Mamdani sebagai awal dari babak baru dalam sejarah Kota New York dan Amerika.
“Sejarah akan mengingat momen ini bukan sebagai akhir, tapi sebagai awal terobosan berani menuju era baru New York, Amerika, dan dunia. Selamat untuk kita semua,” pungkasnya.[]














Comment