Ketika Realita Kehidupan Tidak Sesuai Dengan Harapan

Opini1884 Views

 

Oleh : Susi Maryam Mulyasari, S.pd.I, Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Dakwah

_________

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ketika menjalani hidup, manusia pasti memiliki capaian hidup yang ingin diraih atau banyak cita-cita yang ingin digapai. Namun tak bisa dipungkiri bahwa tidak semua target hidup sesuai dengan apa yang diharapkan dengan beberapa kendala ataupun ujian yang dihadapi. Sehingga kita mendapat kesimpulan bahwa kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan.

Tidak sedikit manusia menghadapi hal tersebut dengan respon sedih, kecewa, bahkan merasa bahwa itu sebuah ketidakadilan.

Dalam hal ini, Islam memandang bahwa semua itu tidak lepas dari skenario Allah swt. Maka rasa ketidaksukaan kita terhadap sesuatu yang tidak sesuai keinginan pada dasarnya itu karena keterbatasan ilmu kita sebagai makhluk terhadap ketentuan Allah SWT, seperti Firman Allah SWT:

“Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu, Allah lebih mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 216)

Oleh karena itu sering kali manusia  menerima dengan rasa kecewa atas ketentuan Allah swt yang tidak sesuai dengan keinginan  karena tidak mengetahui di balik semua itu.

Oleh karena itu dalam proses kehidupan ini, seorang hamba harus terus berkomitmen melaksanakan perintah Allah SWT karena buah dari pelaksanaan kewajiban dan perintah Allah swt akan berujung kepada kebaikan seperti terdapat dalam firman Allah:

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka, ialah ucapan, “kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasu-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. (TQs. An-Nur : 51-52)

Hal penting yang tidak boleh kita lupakan selain konsisten melaksanakan perintah Allah SWT, kita harus menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT dan sadar bahwa manusia sebagai mahluk lemah dengan keteterbatasan ilmu tidak mengetahui kesudahan yang baik dalam setiap urusan hidupnya.

Maka hendaknya kita sebagai seorang hamba senantiasa meminta yang terbaik dari Allah SWT dan ridho atas pilihan Allah SWT. Tidak ada yang jauh lebih baik selain senantiasa berhusnudzon kepada Allah SWT sebagai Pencipta yang paling tahu apa yang terbaik bagi manusia.

Ketika seorang hamba menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT dan ridho terhadap pilihan-Nya maka Allah SWT akan membantunya untuk menerima semua kenyataan.

Hadits riwayat al-Hakim, ia menshahihkannya yang disepakati oleh Adz-Dzahabi dari Abu Darda Ra, Ia berkata; aku pernah mendengar Rasulullah Saw. Bersabda:

“Sesungguhnya Allah SWT berfirman, “wahai Isa!, Sungguh aku akan mengirim suatu umat setelahmu. Jika mereka mendapatkan perkara yang disukai, pasti akan memuji kepada Allah. Jika mereka mendapatkan perkara yang tidak disukai, mereka akan ikhlas menerima dan bersabar menghadapinya, padahal mereka tidak memiliki kepandaian dan ilmu. “Isa berkata, “wahai Tuhanku, bagaimana itu bisa terjadi?” Allah berfirman, “aku memberikan kepada mereka sebagian dari kepandaian dan ilmu-Ku.”

Ketika hidup tak sesuai dengan irama hati, sejatinya keimanan kita kepada Allah SWT sedang diuji dan ditunggu oleh iblis yang sudah berjanji akan terus menggoda manusia agar tersesat hingga hari kiamat.

Oleh karena itu, husnuzon dan taat terhadap setiap perintah, menyerahkan sepenuhnya urusan kepadaNya, maka dengan kasih sayang Allah dan pengasihNya akan membantu menjalani ketentuan terbaik yang Allah SWT pilihkan untuk hidup kita. Wallahu a’lam.[]

Comment