Ketua Umum FK-UMKM-RI Angkat “Logika Mistik” sebagai Ikhtiar Perkuat Ketahanan UMKM

Berita57 Views

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA — Ketua Umum Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Republik Indonesia (FK-UMKM-RI), Wahyu Raja Intan, membuka diskusi internal organisasi dengan mengangkat tema “Logika Mistik”, sebuah pendekatan reflektif yang menekankan pentingnya keseimbangan antara rasionalitas bisnis dan kesadaran batin dalam mengelola usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam pengantarnya, Wahyu Raja Intan menegaskan bahwa tantangan UMKM dewasa ini tidak semata berkutat pada persoalan modal, akses pasar, maupun regulasi.

Lebih dari itu, pelaku UMKM juga dihadapkan pada ujian mental, kejernihan berpikir, serta ketahanan emosional dalam menghadapi dinamika usaha yang kian kompleks.

Menurut Wahyu, istilah “Logika Mistik” tidak dimaksudkan sebagai sesuatu yang irasional atau menjauh dari kaidah bisnis modern. Sebaliknya, pendekatan ini dipahami sebagai upaya memperdalam kesadaran diri, kepekaan nurani, dan kebijaksanaan batin dalam mengambil keputusan usaha.

“Pelaku UMKM dituntut untuk bergerak cepat, adaptif, dan kreatif. Namun pada saat yang sama, mereka juga perlu menjaga keseimbangan batin agar tidak mudah goyah ketika menghadapi tekanan dan ketidakpastian usaha,” ujar Wahyu dalam diskusi tersebut.

Diskusi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran di kalangan pengurus dan anggota FK-UMKM-RI mengenai pentingnya integrasi antara aspek spiritual dan material dalam berwirausaha.

Pendekatan Logika Mistik diharapkan mampu melahirkan cara pandang yang lebih utuh, sehingga kreativitas dan inovasi UMKM tumbuh di atas nilai-nilai kearifan, etika, dan kejujuran.

Sejumlah peserta menilai tema tersebut relevan dengan kondisi UMKM yang kerap berhadapan dengan situasi serba tidak pasti. Dengan memperkuat kesadaran diri dan pola pikir yang lebih tenang serta reflektif, pelaku usaha dinilai dapat mengambil keputusan secara lebih terukur dan berkelanjutan.

FK-UMKM-RI berharap forum diskusi semacam ini dapat menjadi ruang refleksi bersama bagi para pelaku UMKM, sekaligus melengkapi program peningkatan kapasitas yang selama ini lebih banyak menitikberatkan pada aspek teknis dan manajerial.

Ke depan, organisasi ini berkomitmen terus menghadirkan diskusi yang tidak hanya mendorong daya saing UMKM, tetapi juga memperkuat karakter dan ketangguhan pelaku usaha Indonesia.[]

Comment