RADARINDONESIANEWS.COM, BOGOR – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 8 Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor menggelar Seminar Literasi Digital Remaja di SMK Darus Sholih dengan tema “Bangun Masa Depan Cerah Tanpa Pinjol dan Judol”, Selasa (26/8).
Kegiatan yang diikuti siswa kelas X hingga XII ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan pemaparan materi, diskusi interaktif, penyerahan penghargaan untuk pihak sekolah, hingga ditutup dengan doa bersama.
Dua narasumber, Ranti Kha Nur Assiva dan Ruben Reza, memaparkan bahaya pinjaman online (pinjol) serta judi online (judol) yang kian marak menjerat generasi muda. Para siswa tampak antusias, terutama saat sesi tanya jawab yang membuka ruang berbagi pengalaman.
Kepala SMK Darus Sholih menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM.
“Seminar ini sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini. Semoga siswa kami semakin bijak menggunakan teknologi digital dan terhindar dari pinjol maupun judol yang dapat merusak masa depan mereka,” ujarnya.
Ranti menekankan pentingnya kesadaran sejak dini. “Pinjol dan judol tidak hanya merugikan secara finansial, tapi juga bisa merusak mental dan moral generasi muda. Kami ingin mengajak adik-adik lebih cerdas digital dan berani berkata tidak terhadap segala jerat online yang merugikan,” katanya.
Senada dengan itu, Ruben mengingatkan siswa agar lebih berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi. “Kecanggihan digital membawa manfaat besar, tapi jika disalahgunakan bisa menjadi ancaman. Jadilah generasi yang menggunakan teknologi untuk kebaikan, bukan sebaliknya,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM IUQI Bogor berharap para siswa memiliki bekal literasi digital yang kuat sehingga mampu membentengi diri dari dampak negatif era digital dan membangun masa depan yang lebih cerah.[]









Comment