RADARINDONESIANEWS.COM, NEW YORK – Isu mengenai keyakinan politikus muda Amerika Serikat, Zohran Mamdani, Walikita New York terpilih pada 4 November lalu – belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejumlah warganet di Indonesia mempertanyakan bahkan mengaitkan Mamdani sebagai penganut Syiah. Menanggapi hal itu, Direktur Jamaica Muslim Center sekaligus Imam besar New York, Shamsi Ali, Lc, PhD meluruskan kabar tersebut melalui sebuah pernyataan resmi tertanggal 8 November 2025.
Dalam rilisnya yang diterima redaksi, Shamsi Ali menegaskan bahwa Zohran Mamdani adalah seorang Muslim yang mengikuti keyakinan ayahnya, Mahmoud Mamdani, profesor ilmu politik dan hubungan internasional di Columbia University.
“Zohran tumbuh dalam keluarga Muslim dan banyak belajar Islam dari kakek dan neneknya,” ujar Shamsi Ali yang juga sebagai presiden Nusantara Foundation, Ahad (10/11/25)
Lebih lanjut, Shamsi menjelaskan bahwa umat Islam di Amerika Serikat umumnya tidak lagi terjebak pada sekat-sekat mazhab seperti Sunni dan Syiah.
“Ketika seseorang telah meyakini laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah, maka selebihnya adalah tanggung jawab masing-masing di hadapan Tuhannya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa generasi muda Muslim Amerika, termasuk Zohran, lebih menekankan pada kesatuan iman dan nilai-nilai kemanusiaan, bukan pada perbedaan mazhab.
“Mereka lebih peduli dengan kesatuan dalam ikatan iman. Justru terganggu dengan kecenderungan sektarian di kalangan umat Islam,” tulisnya.
Menurut Shamsi, masyarakat Muslim Amerika menilai seseorang bukan berdasarkan label Sunni atau Syiah, melainkan dari komitmennya terhadap kemanusiaan dan keadilan.
Ia menegaskan, pembelaan terhadap Palestina menjadi salah satu tolok ukur penting solidaritas tersebut.
“Ketika Syiah membela kemanusiaan dan keadilan, maka relasi dengan mereka menjadi bernilai. Tapi jika Sunni berkolaborasi dengan zionis, maka saya akan menjadi lawannya,” tegasnya.
Lebih jauh, Shamsi Ali mengaku pernah menyaksikan langsung Zohran Mamdani melaksanakan shalat di masjid yang ia pimpin di Jamaica Hills, New York.
“Saya melihat sendiri Zohran shalat sebagaimana kami salat. Jika dia Syiah, tentu caranya berbeda,” ujarnya.
Shamsi juga menantang pihak-pihak yang menuduh Zohran sebagai Syiah untuk menunjukkan bukti otentik.
“Saya menantang siapa pun yang bisa menunjukkan video atau tulisan Zohran yang menyatakan dirinya Syiah.” tegasnya lagi.
Di akhir pernyataannya, Shamsi menutup dengan penegasan bahwa keberanian Zohran membela Palestina jauh lebih penting daripada label mazhab apa pun.
“Kalaupun Zohran Syiah, dengan sikapnya yang tegas membela Gaza, saya akan tetap mendukungnya,” pungkasnya.[]









Comment